google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Pemkab Probolinggo Minta OPD Pastikan Perencanaan Dan Anggaran Berbasis Data

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin Syarifuddin mengingatkan jajaran OPD mulai menyiapkan data evaluasi kinerja sebagai bahan melihat perkembangan target pembangunan yang telah ditetapkan

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin Syarifuddin mengingatkan jajaran OPD mulai menyiapkan data evaluasi kinerja sebagai bahan melihat perkembangan target pembangunan yang telah ditetapkan

PROBOLINGGO, Suarabayuangga.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memastikan perencanaan program dan penganggaran dilakukan berdasarkan data yang jelas dan terukur.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin saat memimpin apel pagi bersama di lingkungan Kantor Bupati Probolinggo. “Kami mengingatkan jajaran OPD mulai menyiapkan data evaluasi kinerja sebagai bahan melihat perkembangan target pembangunan yang telah ditetapkan,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Hudan, setiap akhir tahun Diskominfo akan meminta informasi mengenai kondisi sebelum dan sesudah pelaksanaan program atau before-after kinerja OPD yang berkaitan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Probolinggo.

Ia menyebut terdapat 22 program dan 59 subprogram yang perlu dipahami, terutama oleh pejabat perencanaan dan kepala bidang di masing-masing OPD. Evaluasi tersebut diperlukan untuk melihat perkembangan kinerja sejak tahun pertama hingga memasuki tahun kedua kepala daerah.

“Setiap akhir tahun Diskominfo akan meminta sebuah informasi tentang before-after-nya kinerja OPD yang berkaitan dengan target RPJMD Bapak Bupati Probolinggo. Sekarang mulai disiapkan dari pejabat eselon III, perencanaan dan kinerja di OPD masing-masing,” jelasnya.

Hudan menekankan, evaluasi tidak cukup hanya melihat pelaksanaan kegiatan atau besaran anggaran yang telah digunakan. Hal yang lebih penting adalah mengetahui capaian target serta dampak program terhadap masyarakat. “Sekarang tahun kedua, bagaimana targetnya, bagaimana hasilnya dan dampaknya ke masyarakat seperti apa. Ini yang paling penting, dampak,” terangnya.

Ia meminta data capaian tersebut menjadi perhatian dalam administrasi pembangunan maupun administrasi ekonomi, terutama yang berkaitan dengan angka-angka capaian pembangunan. “Evaluasi kinerja selama dua tahun menjadi tantangan bagi ASN Kabupaten Probolinggo dalam menjalankan mandat pembangunan daerah,” lanjutnya.

Selain evaluasi kinerja, Hudan mengingatkan pentingnya integrasi data dalam penyusunan perencanaan tahun 2027. Data yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber terkait pembangunan harus menjadi dasar dalam menentukan program dan kegiatan. “Jangan sampai nanti ada program kegiatan yang tidak berbasis data,” tegasnya.

Hudan memberikan contoh dalam penganggaran bantuan untuk madrasah diniyah (madin). OPD harus memiliki data yang jelas mengenai jumlah keseluruhan sasaran, jumlah penerima bantuan serta cakupan program yang akan dilakukan. “Kalau memberikan bantuan ke madin contohnya, ini madin total ada berapa? Yang dikasih bantuan berapa? Cakupannya berapa? Ini harus jelas. Karena pemeriksaan sudah sampai sana,” tuturnya.

Ia menegaskan, pola penganggaran yang hanya mencantumkan nominal tanpa menjelaskan cakupan sasaran tidak lagi memadai. Setiap urusan yang akan diprogramkan harus memiliki data cakupan yang jelas sehingga besaran anggaran dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan dan target yang terukur. “Jadi cakupan setiap urusan yang akan kita programkan ini harus ada. Cakupan-cakupan berdasarkan urusan penganggaran ini wajib ada, sehingga nanti kita mengambil porsi berapa persen dari cakupan itu,” tambahnya.

Hudan kembali mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lagi menyusun penganggaran tanpa didukung data. Hal tersebut penting karena proses pemeriksaan juga telah mengarah pada kejelasan sasaran dan cakupan program. “Sekali lagi saya ingatkan karena sudah sampai sana pemeriksaannya. Jadi tidak ada lagi penganggaran tanpa berbasis data,” terangnya.(Erd/Reb)

Berita Terkait

Pastikan Kondusif Lapas Probolinggo Gelar Razia Mendadak Di Blok Hunian
Polisi Tangkap Pelaku Curanmor NMAX di Probolinggo, 1 Pelaku Masih DPO
Isu Asusila Diduga Libatkan Oknum Tokoh Agama, Ketua MUI Kabupaten Probolinggo Prihatin
Lima Hari Hilang, Penyelam Tradisional Ditemukan Tewas
Diduga Cabuli Anak Sendiri Sejak Masih SD, Ayah Kandung Ditahan
Diduga Melanggar SOP, BRI Unit Sukapura Probolinggo Tahan Agunan Nasabah Meski Utang Sudah Lunas
Paraksa 2026 Digelar Tanpa APBD, 10 Hari Gelora Merdeka Jadi Ladang Rezeki UMKM
Mio Prolink Community Resmi Deklarasi di GOR Ahmad Yani Probolinggo, Siap Bersinergi Dengan Komunitas Motor Lainnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Pastikan Kondusif Lapas Probolinggo Gelar Razia Mendadak Di Blok Hunian

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Pemkab Probolinggo Minta OPD Pastikan Perencanaan Dan Anggaran Berbasis Data

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Curanmor NMAX di Probolinggo, 1 Pelaku Masih DPO

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Lima Hari Hilang, Penyelam Tradisional Ditemukan Tewas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Diduga Cabuli Anak Sendiri Sejak Masih SD, Ayah Kandung Ditahan

Berita Terbaru