PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Tekanan terhadap pelaku begal mulai diperketat. Aparat gabungan menggelar patroli besar-besaran dengan menyisir sejumlah titik rawan di Kota Probolinggo, Selasa (28/4/2026) malam hingga jelang dini hari.
Pergerakan petugas difokuskan di kawasan selatan kota yang selama ini dikenal rawan aksi kriminal jalanan. Jalur gelap seperti Jalan Mastrip di sekitar RTH Kedopok atau area makam Cina menjadi perhatian utama, mengingat lokasi tersebut kerap dikaitkan dengan insiden pembegalan.
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan bergerak serentak menyusuri sejumlah ruas jalan. Selain Mastrip, patroli juga menyentuh kawasan TWSL, Jalan Barito, hingga Jalan Kapuas. Pengawasan turut diperluas ke wilayah utara untuk memastikan situasi kota tetap terkendali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabid Trantibum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menyebut patroli ini sebagai langkah pencegahan yang sengaja digencarkan di titik-titik rawan.
“Kami fokuskan ke lokasi yang berpotensi terjadi begal. Ini upaya preventif agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas. Sasaran utama adalah kemungkinan adanya warga yang membawa senjata tajam.
Namun dari hasil penyisiran malam itu, tidak ditemukan adanya senjata tajam. Petugas hanya mendapati sejumlah pengendara yang tidak memenuhi kelengkapan berkendara.
“Tidak ada temuan sajam. Hanya kami beri teguran bagi pengendara yang kurang lengkap,” katanya.
Meski tanpa hasil temuan serius, operasi ini menjadi bagian dari strategi menjaga rasa aman warga. Aparat memastikan kehadiran mereka di lapangan bukan sekadar patroli rutin, melainkan bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman kejahatan jalanan. (*)






