PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Suasana pagi di Posyandu Bougenville, RW 4, Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, tampak lebih ramai dari biasanya. Sejak pukul 08.00 WIB, para ibu bersama balita mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan posyandu sekaligus mengambil paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan secara rutin.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemantauan kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Selain penimbangan balita dan pemeriksaan kesehatan, para penerima manfaat juga mendapatkan menu sarapan bergizi yang telah disiapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Bidan setempat, Murni, menjelaskan bahwa program MBG yang telah berjalan sekitar lima bulan di posyandu tersebut belum menunjukkan perubahan yang sangat signifikan, khususnya bagi anak dengan berat badan kurang. Namun, untuk balita dengan kondisi normal, peningkatan berat badan mulai terlihat. Menurutnya, perbaikan gizi tidak hanya bergantung pada MBG, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti pola asuh dan asupan makanan di rumah.
Ia menilai program ini sudah berjalan cukup optimal, meski masih perlu penyempurnaan pada komposisi menu. “Kalau bisa ke depannya tidak hanya fokus pada protein, tetapi juga ditambah unsur vitamin seperti sayur. Selama ini memang masih kurang di bagian sayurnya, meskipun untuk buah sudah ada perbaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap menu MBG dapat menjadi contoh bagi para orang tua, khususnya ibu balita, agar lebih variatif dalam menyajikan makanan di rumah. Variasi menu dinilai penting agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi secara seimbang.

Sementara itu, kader Posyandu Bougenville, Dewi menyebutkan bahwa program MBG mulai berjalan sejak akhir Desember 2025. Hingga April, tercatat sebanyak 5 ibu hamil, 18 ibu menyusui, dan 59 balita menjadi penerima manfaat. Mekanisme pengambilan di hari biasa selain jadwal posyandu yaitu dilakukan di rumah ketua posyandu, dengan waktu pengambilan antara pukul 07.30 hingga 09.00 WIB.
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala, salah satunya terkait waktu pengambilan. Pihak kader mengimbau agar para ibu datang lebih pagi untuk menghindari cuaca panas yang dapat memengaruhi kualitas makanan. “Kami mengimbau ibu-ibu agar datang lebih pagi saat pengambilan, karena jika terlalu siang terkendala cuaca panas,” ujarnya.
Meski demikian, mereka berharap program ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang ke depannya.

Salah satu penerima manfaat, Sriana, seorang ibu menyusui, mengaku telah menerima MBG selama kurang lebih lima bulan terakhir. Ia merasa terbantu dengan adanya program tersebut, terutama karena menu yang diberikan bervariasi setiap hari. “Senang sekali, apalagi menunya beda-beda, seperti ayam, telur, bakso, sampai soto. Rasanya seperti makanan yang biasa dijual di warung,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan MBG sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Ia pun berharap program ini dapat terus berlanjut karena dinilai memberikan asupan yang lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin dari sayur dan buah, hingga tambahan susu.
Dengan adanya kegiatan posyandu yang terintegrasi dengan program MBG, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang semakin meningkat, serta mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di masa mendatang. (*)






