Ngaji Budaya Jadi Ruang Serap Aspirasi Seniman Probolinggo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280, Dewan Kebudayaan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar forum diskusi bertajuk “Ngaji Budaya”. Acara yang berlangsung khidmat di Alun-alun Kraksaan pada Kamis (23/4/2026) malam tersebut menjadi wadah strategis bagi para pelaku seni dan budayawan untuk urun rembuk demi masa depan kebudayaan daerah.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan seniman dari berbagai penjuru kabupaten. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Akhmad Arief Hermawan CM, menyatakan bahwa forum ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk menyelaraskan kebijakan dengan realita di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Ngaji budaya ini kami hadirkan sebagai ruang dialog bersama para seniman dan budayawan untuk menyerap aspirasi sekaligus menjadi bahan dalam penyusunan program kebudayaan ke depan,” ujarnya.

 

Diskusi malam itu berlangsung dinamis dengan menyoroti beberapa poin krusial, di antaranya; Merumuskan arah kebijakan yang lebih terstruktur dan berdampak luas, Membahas mekanisme dukungan agar para pelaku seni dapat terus berkarya secara berkelanjutan tanpa terkendala faktor ekonomi, Memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan Dewan Kebudayaan sebagai penggerak ekosistem seni.

 

Arief menekankan bahwa sinergi yang kuat antara Disdikdaya dan Dewan Kebudayaan sangat diperlukan agar program yang diluncurkan tepat sasaran. Ia juga berjanji bahwa seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah.

 

Menanti Pelantikan Dewan Kebudayaan

Selain membahas program kerja, forum ini juga menangkap aspirasi mendesak dari para peserta. Para seniman berharap agar pengurus Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo segera dilantik secara resmi.

 

Langkah ini kata Arief dinilai penting agar lembaga tersebut memiliki legitimasi kuat dalam mengawal dan mengeksekusi berbagai program kebudayaan di masa mendatang.

 

“Seluruh masukan yang disampaikan akan kami jadikan bahan evaluasi dan tindak lanjut agar pemajuan kebudayaan di Kabupaten Probolinggo semakin terarah dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Zulhas Warning Keras MBG di Kota Probolinggo: Dapur Tak Standar Siap Disetop
Wabup Ra Fahmi Dorong Alumni HMI Optimalkan Potensi SDM Demi Kemajuan Probolinggo
Masda Putri Amelia: Kinerja Pemkot Tak Cukup Diukur dari Serapan Anggaran
Evaluasi LKPJ 2025: DPRD Soroti Kondisi Fasilitas RSUD Ar Rozi
Polres Probolinggo Kota Tingkatkan Pengamanan Guna Cegah Aksi Begal
DPRD Soroti Efisiensi Anggaran, TPP ASN dan Pelayanan Perizinan Jadi Catatan
Patroli Dini Hari Gagalkan Aksi Curanmor Sapi di Kota Probolinggo, Pelaku Bersenjata Kabur ke Sawah
Harga Melambung, Stok Menipis: Pertamina Buka Suara Soal Kelangkaan Bright Gas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 17:49 WIB

Zulhas Warning Keras MBG di Kota Probolinggo: Dapur Tak Standar Siap Disetop

Jumat, 24 April 2026 - 17:47 WIB

Ngaji Budaya Jadi Ruang Serap Aspirasi Seniman Probolinggo

Kamis, 23 April 2026 - 12:57 WIB

Wabup Ra Fahmi Dorong Alumni HMI Optimalkan Potensi SDM Demi Kemajuan Probolinggo

Kamis, 23 April 2026 - 09:25 WIB

Masda Putri Amelia: Kinerja Pemkot Tak Cukup Diukur dari Serapan Anggaran

Kamis, 23 April 2026 - 08:51 WIB

Evaluasi LKPJ 2025: DPRD Soroti Kondisi Fasilitas RSUD Ar Rozi

Berita Terbaru

Probolinggo

Ngaji Budaya Jadi Ruang Serap Aspirasi Seniman Probolinggo

Jumat, 24 Apr 2026 - 17:47 WIB

Probolinggo

Evaluasi LKPJ 2025: DPRD Soroti Kondisi Fasilitas RSUD Ar Rozi

Kamis, 23 Apr 2026 - 08:51 WIB