Zulhas Warning Keras MBG di Kota Probolinggo: Dapur Tak Standar Siap Disetop

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Ketahanan Pangan, Zulkifli Hasan, ke Kota Probolinggo menyoroti serius pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan, tidak ada ruang kompromi bagi dapur penyedia yang gagal memenuhi standar gizi.

Pesan itu disampaikan langsung saat Zulhas melakukan peninjauan lapangan, Jumat (24/4/2026). Ia memastikan, pemerintah siap mengambil langkah tegas hingga penghentian operasional dapur jika kualitas makanan tidak sesuai ketentuan.

“Kalau tidak sesuai standar, langsung kita tutup. Ini soal kesehatan anak-anak, tidak bisa ditawar,” ujarnya tegas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam agenda tersebut, Zulhas meninjau sejumlah aspek sekaligus, mulai dari harga bahan pokok, kondisi ketahanan pangan, hingga implementasi MBG di sekolah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan program berjalan sejalan dengan tujuan peningkatan gizi siswa.

Salah satu titik yang dikunjungi adalah SMA Negeri 1 Kota Probolinggo. Di lokasi itu, Zulhas mengecek langsung sajian makanan yang diterima siswa. Ia menekankan, setiap menu wajib mengandung gizi seimbang, meliputi karbohidrat, protein, sayur, buah, dan susu.

Menurutnya, kualitas makanan menjadi indikator utama keberhasilan program MBG. Karena itu, pengawasan akan terus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.

Meski pengawasan diperketat, Zulhas menyebut belum ditemukan pelanggaran di Kota Probolinggo. Namun, ia memastikan evaluasi akan terus berjalan untuk mencegah potensi penurunan kualitas di lapangan.

Di sisi lain, Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 27 dapur MBG yang aktif beroperasi. Seluruhnya diawasi langsung oleh Satuan Tugas MBG guna menjaga standar pelayanan.

“Kami pastikan semua dapur dalam kontrol. Jika ada yang tidak memenuhi standar, akan langsung kami tindak,” katanya.

Pemkot juga memberi ruang kepada sekolah untuk menyampaikan evaluasi terhadap menu makanan. Namun, Zulhas mengingatkan agar mekanisme tersebut tidak dijadikan bahan konten yang berpotensi memicu polemik di masyarakat.

Dengan pengawasan berlapis dan ancaman sanksi tegas, pemerintah berharap program MBG tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan jaminan gizi bagi siswa serta memperkuat ketahanan pangan di daerah. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Ngaji Budaya Jadi Ruang Serap Aspirasi Seniman Probolinggo
Wabup Ra Fahmi Dorong Alumni HMI Optimalkan Potensi SDM Demi Kemajuan Probolinggo
Masda Putri Amelia: Kinerja Pemkot Tak Cukup Diukur dari Serapan Anggaran
Evaluasi LKPJ 2025: DPRD Soroti Kondisi Fasilitas RSUD Ar Rozi
Polres Probolinggo Kota Tingkatkan Pengamanan Guna Cegah Aksi Begal
DPRD Soroti Efisiensi Anggaran, TPP ASN dan Pelayanan Perizinan Jadi Catatan
Patroli Dini Hari Gagalkan Aksi Curanmor Sapi di Kota Probolinggo, Pelaku Bersenjata Kabur ke Sawah
Harga Melambung, Stok Menipis: Pertamina Buka Suara Soal Kelangkaan Bright Gas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 17:49 WIB

Zulhas Warning Keras MBG di Kota Probolinggo: Dapur Tak Standar Siap Disetop

Jumat, 24 April 2026 - 17:47 WIB

Ngaji Budaya Jadi Ruang Serap Aspirasi Seniman Probolinggo

Kamis, 23 April 2026 - 12:57 WIB

Wabup Ra Fahmi Dorong Alumni HMI Optimalkan Potensi SDM Demi Kemajuan Probolinggo

Kamis, 23 April 2026 - 09:25 WIB

Masda Putri Amelia: Kinerja Pemkot Tak Cukup Diukur dari Serapan Anggaran

Kamis, 23 April 2026 - 08:51 WIB

Evaluasi LKPJ 2025: DPRD Soroti Kondisi Fasilitas RSUD Ar Rozi

Berita Terbaru

Probolinggo

Ngaji Budaya Jadi Ruang Serap Aspirasi Seniman Probolinggo

Jumat, 24 Apr 2026 - 17:47 WIB

Probolinggo

Evaluasi LKPJ 2025: DPRD Soroti Kondisi Fasilitas RSUD Ar Rozi

Kamis, 23 Apr 2026 - 08:51 WIB