PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Bukan makanan yang dibawa pulang, dua telepon seluler (HP) milik karyawan justru digondol seorang pria yang datang dengan modus berpura-pura menjadi pembeli di sebuah rumah makan di Jalan Pahlawan, Kelurahan Tisnonegaran, Kota Probolinggo.
Aksi pencurian itu terjadi Jumat (2/10/2026) siang, saat kondisi rumah makan DNC sedang sepi menjelang salat Jumat. Celakanya, pelaku memanfaatkan kesibukan karyawan menyiapkan pesanan untuk melancarkan aksinya.
Gerak-gerik pria tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Awalnya, pelaku datang layaknya pelanggan biasa. Ia menanyakan menu nasi kotak murah untuk pekerja. Setelah melihat-lihat, pria tersebut memesan empat nasi kotak.
Tak berhenti di sana, pelaku kembali memesan kopi. Saat karyawan beranjak ke bagian dapur untuk menyiapkan pesanan, pelaku justru bergerak menuju meja kasir.
Di meja tersebut terdapat dua HP milik karyawan. Tanpa membayar pesanan yang dipesannya, pelaku diduga mengambil kedua HP tersebut dan kemudian meninggalkan lokasi.
Novem Arifin (29), teman kerja korban, mengatakan saat kejadian hanya terdapat dua karyawan di rumah makan. Kedua HP berada di meja kasir, sedangkan pesanan pelaku masih dalam proses dibuat.
“Pesan nasi kotak empat, minta kopi. Orangnya (karyawan) ke dapur mau bikin kopi. HP di kasir ada dua, Samsung sama Oppo. Pesanannya juga belum dibayar,” kata Novem saat ditemui, Sabtu (3/10/2026) siang.
Aksi pelaku baru diketahui setelah beberapa saat. Dua HP milik karyawan ternyata telah raib.
Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp4,5 juta.
Rekaman CCTV kini menjadi petunjuk penting dalam pengungkapan kasus tersebut. Dalam rekaman, pelaku terlihat mengenakan baju berwarna hijau dan helm.
Pelaku disebut memiliki perawakan agak kurus dengan tinggi sekitar 150 hingga 160 sentimeter. Usianya diperkirakan sudah cukup tua.
“Kalau ciri-cirinya sekitar 150 sampai 160-an, perawakannya agak kurus. Pakai baju hijau dan helm. Mungkin kalau di-zoom dari hasil rekaman CCTV bisa terlihat wajahnya. Usianya agak tua,” ujar Novem.
Kasus pencurian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Rekaman CCTV diharapkan dapat membantu petugas mengidentifikasi pria yang diduga membawa kabur dua HP tersebut.
Namun, ada fakta lain yang membuat karyawan rumah makan semakin resah. Pencurian kali ini ternyata bukan kejadian pertama.
Beberapa bulan sebelumnya, rumah makan yang sama juga pernah menjadi sasaran pencurian. Saat itu, sejumlah barang, termasuk tabung LPG dan rokok, dilaporkan hilang.
Bedanya, pada kejadian pertama belum terdapat kamera CCTV sehingga tidak ada rekaman yang bisa menjadi petunjuk.
“Ini sudah dua kali. Yang pertama beberapa bulan lalu, yang hilang gas LPG dan rokok. Waktu itu memang belum ada CCTV,” ungkap Novem.
Rumah makan tersebut diketahui mulai beroperasi sekitar pukul 09.00 WIB. Menjelang salat Jumat, kondisi lokasi semakin sepi karena sebagian karyawan bersiap menjalankan ibadah.
“Kemarin ada lima pegawai. Kalau pagi masih ada dua orang, sekitar jam 10. Kondisinya memang sepi, mau Jumatan,” pungkas Novem. (*)






