LOMBOK TENGAH, 14 MARET 2026 – Wakil Ketua DPR RI, Ir. Hj. Sari Yuliati, M.T., menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) bertempat di Sekretariat Partai Golkar Pengurus Kecamatan (PK) Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu 14 Maret 2026.
Acara ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, pengurus partai, pemuda, serta puluhan warga setempat. Kehadiran Sari Yuliati disambut hangat sebagai bentuk komitmen wakil rakyat dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa di tingkat akar rumput.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Sari Yuliati menekankan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar hafalan, melainkan fondasi utama dalam menjaga kerukunan antarwarga, terutama di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.
“Empat Pilar adalah rumah besar bagi kita semua. Pancasila dan UUD 1945 memastikan bahwa setiap warga negara, tanpa memandang latar belakang, memiliki hak dan kewajiban yang sama. Di tengah keberagaman kita di NTB, nilai-nilai inilah yang menjaga kita tetap satu,” ujar Sari Yuliati.

Ibu Sari sapaan akrab beliau juga menyoroti pentingnya peran pengurus partai di tingkat kecamatan (PK) sebagai ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat mengenai semangat gotong royong.
Beliau berpesan agar Sekretariat Golkar di Batukliang tidak hanya menjadi kantor administratif, tetapi juga menjadi pusat diskusi dan solusi bagi persoalan kemasyarakatan.
Selain memberikan pemaparan, legislator dari Fraksi Partai Golkar ini juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerap aspirasi warga terkait pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi lokal di wilayah Lombok Tengah.
“Saya hadir di sini untuk memastikan bahwa masyarakat Batukliang merasakan kehadiran negara. Aspirasi yang bapak dan ibu sampaikan hari ini akan saya bawa dan perjuangkan di Jakarta,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan ramah tamah bersama warga. Acara berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme, menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap penguatan wawasan kebangsaan. (*)






