PROBOLINGGO, suarabayuangga.com Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas, Kepekaan, Kesiapsiagaan dan Deteksi Dini Masyarakat bagi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
Dengan menghadirkan narasumber dari unsur Bidang Intelijen Negara, TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Densus 88 Antiteror
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan dalam mendeteksi secara dini berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi keamanan, ketertiban dan stabilitas daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo Sonhaji mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai langkah memperkuat peran FKDM sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui peningkatan kapasitas anggotanya.
Forum ini juga diperkuat agar semakin optimal dalam menjaring, menampung dan mengomunikasikan informasi terkait potensi konflik maupun ancaman terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. “Sehingga menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil langkah pencegahan secara cepat dan tepat,” kata Sonhaji.
Sementara Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa deteksi dini merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus memastikan proses pembangunan dapat berjalan dengan baik tanpa terganggu oleh konflik sosial.
Deteksi dini bukan sekadar mengenali potensi persoalan, tetapi menjadi langkah awal untuk mencegah munculnya hal-hal yang dapat mengganggu keamanan, ketenteraman dan jalannya pembangunan di Kota Probolinggo.
“Kita harus memperkuat sistem informasi dan komunikasi hingga ke tingkat masyarakat agar setiap potensi konflik dapat segera diketahui dan ditangani melalui langkah-langkah preventif,” ujarnya.
Aminuddin juga mengapresiasi kiprah FKDM Kota Probolinggo yang menjadi forum kewaspadaan dini pertama yang terbentuk di Indonesia. Ia mengajak seluruh anggota FKDM untuk terus menjalankan amanah dengan penuh integritas dan dedikasi sebagai garda terdepan dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Jadilah jembatan penghubung antara masyarakat dan pemerintah, jadilah penyejuk saat terjadi perbedaan sekaligus perekat yang semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan. Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, kejujuran.dan ketulusan hati demi kepentingan bersama.
“Dengan semangat tersebut saya optimistis Kota Probolinggo akan tetap menjadi daerah yang aman, damai dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” tuturnya. (*)






