DPRD Soroti Efisiensi Anggaran, TPP ASN dan Pelayanan Perizinan Jadi Catatan

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2025 memunculkan sejumlah catatan penting dari Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Probolinggo. Fokus utama tertuju pada kebijakan efisiensi anggaran, khususnya dampaknya terhadap aparatur sipil negara (ASN) serta kualitas pelayanan publik.

Anggota Pansus LKPJ, Eko Purwanto, menjelaskan bahwa pembentukan pansus bertujuan untuk mengkaji secara lebih mendalam laporan pertanggungjawaban kepala daerah, sehingga evaluasi terhadap kinerja pemerintah dapat dilakukan secara menyeluruh dan terukur.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah rencana peningkatan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN. Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 telah dilakukan pengurangan sebesar 3 persen atau sekitar Rp11 miliar. Namun, pada tahun 2026, angka tersebut direncanakan naik menjadi 7 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini dinilai berpotensi menambah beban bagi ASN. Oleh karena itu, DPRD mengingatkan agar kebijakan efisiensi benar-benar diarahkan pada kebutuhan prioritas, bukan untuk kegiatan yang bersifat seremonial.

“Efisiensi harus tepat sasaran. Jangan sampai hasil penghematan dari hak ASN justru digunakan untuk kegiatan yang kurang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Pansus pun mendorong agar anggaran hasil efisiensi tersebut dialihkan ke program-program yang lebih menyentuh kepentingan publik.

Selain itu, kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga tak luput dari evaluasi. Meski secara target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai tercapai, namun dari sisi pelayanan masih dianggap belum optimal, terutama dalam proses migrasi sistem perizinan dan pelaksanaan Unit Kerja Kantor (UKK).

Eko menilai, besarnya anggaran yang dialokasikan pada sektor ini seharusnya diimbangi dengan kualitas pelayanan yang maksimal, mengingat orientasi utama bukan sekadar mengejar PAD, melainkan memberikan kemudahan bagi masyarakat.

DPRD pun berharap pemerintah kota segera melakukan pembenahan pada sektor pelayanan perizinan, agar anggaran yang telah digunakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ke depan, Pansus LKPJ akan terus melakukan pendalaman terhadap laporan pertanggungjawaban tersebut, guna memastikan setiap kebijakan anggaran tidak hanya efisien, tetapi juga berpihak pada kesejahteraan ASN serta peningkatan kualitas pelayanan publik.(*)

Berita Terkait

Patroli Dini Hari Gagalkan Aksi Curanmor Sapi di Kota Probolinggo, Pelaku Bersenjata Kabur ke Sawah
Harga Melambung, Stok Menipis: Pertamina Buka Suara Soal Kelangkaan Bright Gas
Kapal Terbakar di PPI Mayangan Kota Probolinggo, Api Nyaris Lahap KM Gracias
Pansus DPRD Probolinggo Rampungkan LKPJ 2025, Data Akan Diuji di Lapangan
Pansus DPRD Probolinggo Rampungkan LKPJ 2025, Data Akan Diuji di Lapangan
Gas LPG 3 Kg Sulit Didapat, DPRD Probolinggo Cium Dugaan Kecurangan
Masyarakat Keluhkan Kelangkaan dan Mahalnya Bright Gas 12 Kg di Probolinggo –Jember
Rem Blong, Laka Beruntun di Jalur Lumajang–Probolinggo Tewaskan Empat Orang, Polisi Ungkap Kronologi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:07 WIB

DPRD Soroti Efisiensi Anggaran, TPP ASN dan Pelayanan Perizinan Jadi Catatan

Selasa, 21 April 2026 - 20:19 WIB

Patroli Dini Hari Gagalkan Aksi Curanmor Sapi di Kota Probolinggo, Pelaku Bersenjata Kabur ke Sawah

Selasa, 21 April 2026 - 18:34 WIB

Harga Melambung, Stok Menipis: Pertamina Buka Suara Soal Kelangkaan Bright Gas

Senin, 20 April 2026 - 14:46 WIB

Pansus DPRD Probolinggo Rampungkan LKPJ 2025, Data Akan Diuji di Lapangan

Senin, 20 April 2026 - 09:21 WIB

Pansus DPRD Probolinggo Rampungkan LKPJ 2025, Data Akan Diuji di Lapangan

Berita Terbaru