PROBOLINGGO, Suarabayuangga.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Eddy Paripurna, menyambangi rumah duka para korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rabu (21/10/2026).
Kunjungan takziah yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bentuk empati dan belasungkawa mendalam dari jajaran PDI Perjuangan atas gugurnya empat warga Probolinggo saat berjuang memadamkan kobaran api di TNBTS.
Dalam takziah ini, Eddy Paripurna didampingi langsung oleh jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota dan Kabupaten Probolinggo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tampak hadir Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, Tommy Wahyu Prakoso, bersama Bendahara Sahri Trigiantoro. Dari jajaran Kabupaten Probolinggo, hadir Ketua DPC Khairul Anam, Bendahara Arief Hidayat, serta Dedi Purnomo—ketiganya juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo.
Selain itu, turut mendampingi pengurus DPC lainnya seperti Beny Sudjarbono (Wakabid Ideologi dan Kaderisasi), A. Didik Irfan (Wakabid Keanggotaan dan Organisasi), Supiyatun Ningsih (Wakabid Tenaga Kerja & Jamsos), Ririn Hartatik (Wakabid Pertanian, Pangan, Kehutanan, Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan), serta jajaran pengurus PAC setempat.
Rombongan melangsungkan kunjungan duka ke empat lokasi rumah duka korban secara berurutan:

Kediaman almarhum Sefriel Ardiansyah di Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

Rumah duka almarhum Wisnu Yuda Pratama di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Rumah duka almarhum Hendra Roni Wagianata di Desa Jetak, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Rumah duka almarhum Munawi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Di setiap rumah duka yang dikunjungi, Eddy Paripurna menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
”Kami datang ini untuk menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah, dan bapak, ibu beserta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar politisi PDI Perjuangan dari Dapil Pasuruan-Probolinggo tersebut.
Rasa belasungkawa senada turut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo, Tommy Wahyu Prakoso, saat mendampingi takziah di rumah duka almarhum Sefriel Ardiansyah di Jrebeng Kulon.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, Khairul Anam, menyampaikan bahwa aksi turun ke lapangan ini merupakan murni dorongan kemanusiaan dan kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah.
”Tujuan kami adalah bentuk rasa empati dan duka cita yang mendalam. Kami berharap apa yang kami bawa jangan dilihat dari jumlahnya. Justru yang paling penting, kami sangat berharap kejadian serupa jangan sampai terulang lagi. Cukuplah ini yang terjadi,” tegas Khairul Anam.
Rasa haru dan apresiasi disampaikan oleh Carik Suaras, ayahanda dari almarhum Wisnu Yuda Pratama di Lumbang. Ia mengucapkan terima kasih atas kepedulian rombongan PDI Perjuangan yang telah meluangkan waktu datang langsung ke kediamannya.
”Terima kasih atas kunjungan dan kepeduliannya telah datang ke rumah kami. Semoga amal ibadah bapak, ibu, dan seluruh pengurus PDI Perjuangan dibalas kebaikan oleh Allah SWT,” tuturnya.
Sebelum berlanjut ke lokasi duka selanjutnya, rombongan menggelar doa bersama dan pembacaan tahlil untuk para almarhum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, musibah karhutla ini bermula dari munculnya titik api di kawasan lereng dan perbukitan TNBTS wilayah Probolinggo. Kondisi cuaca yang kering serta angin kencang membuat kobaran api cepat membesar dan meluas.
Para korban bersama warga lokal dan petugas gabungan berupaya keras melokalisir pergerakan api agar tidak mendekati area pemukiman dan jalur wisata. Namun, perubahan arah angin secara mendadak serta kepulan asap tebal yang terjebak di lembah mengepung para korban yang berada di garis depan pemadaman.
Meski sempat dilakukan upaya penyelamatan dan evakuasi oleh petugas, nyawa keempat korban tidak tertolong akibat luka bakar parah serta gangguan pernapasan hebat.
Kedatangan perwakilan legislatif dan pengurus partai ini selain untuk menyerahkan bantuan tali asih, juga diharapkan menjadi penjelas dorongan moral bagi keluarga korban serta landasan evaluasi penting bagi sistem penanganan bencana karhutla di wilayah TNBTS ke depan.






