google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

LIRA Fest Hadir Dukung Program 100 Event, Angkat Seni Budaya Probolinggo

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com  – LSM LIRA Kota Probolinggo turut mendukung pengembangan seni, budaya, dan pariwisata melalui penyelenggaraan Lira Fest.

Mengusung tema “Satu Bangsa dalam Satu Nada”, kegiatan ini menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung program 100 event Pemerintah Kota Probolinggo.

Wali Kota LIRA Kota Probolinggo, Louis Hariona, mengatakan Lira Fest tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan dan memberikan ruang bagi kesenian lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lira Fest bukan sekadar pertunjukan musik. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bisa mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi kesenian lokal agar semakin dikenal,” ujar Louis.

Menurutnya, organisasi masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Selain menjalankan fungsi kontrol sosial, organisasi juga dapat berkontribusi melalui kegiatan positif yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Louis menilai program 100 event Pemerintah Kota Probolinggo di bawah kepemimpinan Wali Kota Aminuddin dapat menjadi peluang untuk mengembangkan kreativitas masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik kota.

“Kami ingin ikut mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah kota. Harapannya, kegiatan seperti Lira Fest bisa menjadi kontribusi nyata masyarakat dalam menghidupkan seni, budaya, dan pariwisata di Probolinggo,” katanya.

Angkat Seni Lokal dan Potensi Pariwisata

Lira Fest memadukan pertunjukan musik dengan kesenian lokal. Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada khalayak yang lebih luas.

Keterlibatan seniman dan komunitas lokal dalam berbagai kegiatan menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan seni budaya. Selain itu, agenda hiburan yang dikemas dengan potensi lokal dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung dari dalam maupun luar daerah.

Menurut Louis, pengembangan kegiatan berbasis masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari organisasi, komunitas seni, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah.

“Potensi seni dan budaya yang dimiliki Probolinggo perlu terus diberi ruang. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal kekayaan daerahnya sendiri dan ikut menjaga kelestariannya,” tuturnya.

Mengedepankan Kemandirian Masyarakat

Selain mengangkat seni budaya, Lira Fest juga mengedepankan semangat kemandirian dalam penyelenggaraannya. Berdasarkan keterangan penyelenggara, kegiatan tersebut dirancang melalui skema swadaya, penggalangan dana, dan penjualan tiket dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

Pola tersebut menunjukkan bahwa organisasi masyarakat dapat mengambil inisiatif dalam menghadirkan kegiatan publik tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.

Louis menilai partisipasi masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberhasilan program pembangunan.

 

“Dukungan terhadap pemerintah tidak harus selalu dalam bentuk anggaran. Masyarakat dan organisasi juga bisa berkontribusi melalui gagasan, tenaga, serta kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujarsekitarnyq

Kegiatan semacam ini juga berpotensi membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama apabila melibatkan pedagang lokal dan memberikan ruang promosi bagi produk mereka.

Perkuat Kolaborasi untuk Probolinggo

Melalui Lira Fest, LIRA Kota Probolinggo berharap semakin banyak organisasi dan komunitas yang berinisiatif menyelenggarakan kegiatan positif bagi masyarakat.

Dukungan terhadap program 100 event diharapkan tidak hanya berorientasi pada jumlah kegiatan, tetapi juga memperhatikan kualitas acara, pelestarian budaya, keterlibatan masyarakat, serta manfaat ekonomi yang dapat dirasakan warga.

“Harapan kami, semakin banyak elemen masyarakat yang terlibat membangun Kota Probolinggo. Ketika pemerintah, organisasi, komunitas, dan masyarakat bisa berjalan bersama, potensi daerah akan lebih mudah dikembangkan,” kata Louis.

Dengan mengusung semangat “Satu Bangsa dalam Satu Nada”, Lira Fest diharapkan menjadi bagian dari kolaborasi masyarakat dalam mendukung pengembangan Kota Probolinggo, khususnya di bidang seni, budaya, dan pariwisata. (*)

Berita Terkait

Bupati Haris Ajak ASN Istiqomah Mengabdi Dan Doakan Relawan Korban Karhutla
Jambore FPRB Kota Probolinggo Berjalan Sukses, Pengurus Apresiasi Kekompakan Relawan
Resmi Jabat Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Lucky Usung Slogan Polisi Bersama Masyarakat
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Probolinggo Dampingi Keluarga Korban Karhutla TNBTS hingga Peristirahatan Terakhir
Sidak Proyek Jalan Citarum, DPRD Probolinggo Temukan Dugaan Box Culvert Tanpa Sirtu
Tujuh Orang Diamankan Warga di Probolinggo, Benarkah Terlibat Perampokan?
Sempat Dilaporkan ke Polisi, Kasus Tas Rp 9 Juta di Warkop Probolinggo Berujung Damai
Modal BTT Rp 9,8 M Disemprit Dewan, PUDAM Bayuangga Disebut Sedang “Tidak Baik-Baik Saja”
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:35 WIB

LIRA Fest Hadir Dukung Program 100 Event, Angkat Seni Budaya Probolinggo

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Bupati Haris Ajak ASN Istiqomah Mengabdi Dan Doakan Relawan Korban Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Jambore FPRB Kota Probolinggo Berjalan Sukses, Pengurus Apresiasi Kekompakan Relawan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Resmi Jabat Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Lucky Usung Slogan Polisi Bersama Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Probolinggo Dampingi Keluarga Korban Karhutla TNBTS hingga Peristirahatan Terakhir

Berita Terbaru