google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Jambore FPRB Kota Probolinggo Berjalan Sukses, Pengurus Apresiasi Kekompakan Relawan

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Jambore FPRB Kota Probolinggo

Pelaksanaan Jambore FPRB Kota Probolinggo

Probolinggo, Suarabayuangga.com

Penyelenggaraan Jambore Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo di UPT PPP Mayangan meninggalkan rasa lega sekaligus kebanggaan bagi jajaran pengurus. Kegiatan yang mempertemukan relawan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) dari 29 kelurahan tersebut berlangsung sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan membangun kolaborasi dalam menghadapi potensi bencana.

Bagi panitia dan pengurus FPRB, keberhasilan Jambore bukan semata-mata tentang terlaksananya agenda yang telah disusun. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan para relawan, memperluas wawasan kebencanaan, serta memperkuat kesadaran bahwa penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak sejak tahap pencegahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Panitia Jambore FPRB Kota Probolinggo, Syaifudin Zuhri, menyampaikan bahwa kelancaran kegiatan menjadi jawaban atas persiapan dan koordinasi yang dilakukan sebelum pelaksanaan. Ia mengapresiasi partisipasi para peserta serta dukungan berbagai unsur yang turut menyukseskan kegiatan hingga seluruh agenda dapat terlaksana.

Menurut Syaifudin, keterlibatan relawan dari berbagai kelurahan memberikan arti penting bagi penguatan gerakan pengurangan risiko bencana di Kota Probolinggo. Ia berharap Jambore dapat menjadi titik awal bagi para peserta untuk semakin aktif berbagi pengetahuan, meningkatkan kepedulian lingkungan, dan mengajak masyarakat membangun budaya sadar bencana.

“Alhamdulillah, Jambore FPRB Kota Probolinggo dapat terlaksana dengan baik. Kami sebagai panitia merasa lega karena dukungan dan kerja sama semua pihak sangat membantu jalannya kegiatan. Kami berharap hasil dari Jambore ini bisa diteruskan melalui kegiatan nyata di lingkungan masing-masing,” ungkap Syaifudin.

Sementara itu, Komandan Apel Jambore FPRB, Eko Yudha H.M, memandang kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kesiapan dan tanggung jawab relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan. Melalui apel, para peserta diajak menyatukan tekad, menjaga kedisiplinan, serta memahami pentingnya koordinasi ketika menghadapi situasi yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

Eko Yudha menegaskan bahwa semangat relawan harus tetap terjaga meskipun rangkaian Jambore telah berakhir. Ia berharap para peserta terus meningkatkan kemampuan diri dan membangun kerja sama di wilayah masing-masing sehingga dapat memberikan kontribusi yang tepat ketika dibutuhkan dalam upaya penanggulangan bencana.

“Bagi relawan, kesiapan tidak cukup hanya ditunjukkan ketika mengikuti apel atau kegiatan Jambore. Kedisiplinan, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama harus terus dibangun agar relawan mampu menjalankan perannya dengan baik saat masyarakat menghadapi ancaman bencana,” jelas Eko Yudha.

Ketua FPRB Kota Probolinggo, Sugeng Nufindarko, juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Jambore menjadi ruang strategis untuk mempererat hubungan ant relawan sekaligus menguatkan sinergi dengan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana.

Sugeng berharap kebersamaan yang terbangun selama Jambore tidak berakhir ketika seluruh peserta kembali ke wilayah masing-masing. Menurutnya, kekuatan FPRB terletak pada kolaborasi dan keterlibatan aktif berbagai unsur, sehingga komunikasi serta koordinasi perlu terus dipelihara untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami bersyukur kegiatan ini berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Jambore menjadi pengingat bahwa membangun ketangguhan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap para relawan semakin solid dan mampu menggerakkan masyarakat agar lebih peduli terhadap risiko bencana di sekitarnya,” kata Sugeng.

Dengan berakhirnya Jambore FPRB Kota Probolinggo di UPT PPP Mayangan, para pengurus berharap kegiatan tersebut memberikan dampak yang berkelanjutan bagi penguatan kapasitas relawan. Kekompakan yang telah terbentuk diharapkan menjadi modal untuk memperluas edukasi kebencanaan, meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat kelurahan, dan mewujudkan masyarakat Kota Probolinggo yang semakin tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana.(Reb/Erd)

 

Berita Terkait

Bupati Haris Ajak ASN Istiqomah Mengabdi Dan Doakan Relawan Korban Karhutla
Resmi Jabat Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Lucky Usung Slogan Polisi Bersama Masyarakat
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Probolinggo Dampingi Keluarga Korban Karhutla TNBTS hingga Peristirahatan Terakhir
Sidak Proyek Jalan Citarum, DPRD Probolinggo Temukan Dugaan Box Culvert Tanpa Sirtu
Tujuh Orang Diamankan Warga di Probolinggo, Benarkah Terlibat Perampokan?
Sempat Dilaporkan ke Polisi, Kasus Tas Rp 9 Juta di Warkop Probolinggo Berujung Damai
Modal BTT Rp 9,8 M Disemprit Dewan, PUDAM Bayuangga Disebut Sedang “Tidak Baik-Baik Saja”
Eksekusi Tanah di Paiton Probolinggo Memanas, 160 Meter Persegi Masih Jadi Rebutan!
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Bupati Haris Ajak ASN Istiqomah Mengabdi Dan Doakan Relawan Korban Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Jambore FPRB Kota Probolinggo Berjalan Sukses, Pengurus Apresiasi Kekompakan Relawan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Resmi Jabat Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Lucky Usung Slogan Polisi Bersama Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Probolinggo Dampingi Keluarga Korban Karhutla TNBTS hingga Peristirahatan Terakhir

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Sidak Proyek Jalan Citarum, DPRD Probolinggo Temukan Dugaan Box Culvert Tanpa Sirtu

Berita Terbaru