Probolinggo, Suarabayuangga.com
Penyelenggaraan Jambore Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo di UPT PPP Mayangan meninggalkan rasa lega sekaligus kebanggaan bagi jajaran pengurus. Kegiatan yang mempertemukan relawan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) dari 29 kelurahan tersebut berlangsung sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan membangun kolaborasi dalam menghadapi potensi bencana.
Bagi panitia dan pengurus FPRB, keberhasilan Jambore bukan semata-mata tentang terlaksananya agenda yang telah disusun. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan para relawan, memperluas wawasan kebencanaan, serta memperkuat kesadaran bahwa penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak sejak tahap pencegahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Jambore FPRB Kota Probolinggo, Syaifudin Zuhri, menyampaikan bahwa kelancaran kegiatan menjadi jawaban atas persiapan dan koordinasi yang dilakukan sebelum pelaksanaan. Ia mengapresiasi partisipasi para peserta serta dukungan berbagai unsur yang turut menyukseskan kegiatan hingga seluruh agenda dapat terlaksana.
Menurut Syaifudin, keterlibatan relawan dari berbagai kelurahan memberikan arti penting bagi penguatan gerakan pengurangan risiko bencana di Kota Probolinggo. Ia berharap Jambore dapat menjadi titik awal bagi para peserta untuk semakin aktif berbagi pengetahuan, meningkatkan kepedulian lingkungan, dan mengajak masyarakat membangun budaya sadar bencana.
“Alhamdulillah, Jambore FPRB Kota Probolinggo dapat terlaksana dengan baik. Kami sebagai panitia merasa lega karena dukungan dan kerja sama semua pihak sangat membantu jalannya kegiatan. Kami berharap hasil dari Jambore ini bisa diteruskan melalui kegiatan nyata di lingkungan masing-masing,” ungkap Syaifudin.
Sementara itu, Komandan Apel Jambore FPRB, Eko Yudha H.M, memandang kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kesiapan dan tanggung jawab relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan. Melalui apel, para peserta diajak menyatukan tekad, menjaga kedisiplinan, serta memahami pentingnya koordinasi ketika menghadapi situasi yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
Eko Yudha menegaskan bahwa semangat relawan harus tetap terjaga meskipun rangkaian Jambore telah berakhir. Ia berharap para peserta terus meningkatkan kemampuan diri dan membangun kerja sama di wilayah masing-masing sehingga dapat memberikan kontribusi yang tepat ketika dibutuhkan dalam upaya penanggulangan bencana.
“Bagi relawan, kesiapan tidak cukup hanya ditunjukkan ketika mengikuti apel atau kegiatan Jambore. Kedisiplinan, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama harus terus dibangun agar relawan mampu menjalankan perannya dengan baik saat masyarakat menghadapi ancaman bencana,” jelas Eko Yudha.
Ketua FPRB Kota Probolinggo, Sugeng Nufindarko, juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Jambore menjadi ruang strategis untuk mempererat hubungan ant relawan sekaligus menguatkan sinergi dengan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana.
Sugeng berharap kebersamaan yang terbangun selama Jambore tidak berakhir ketika seluruh peserta kembali ke wilayah masing-masing. Menurutnya, kekuatan FPRB terletak pada kolaborasi dan keterlibatan aktif berbagai unsur, sehingga komunikasi serta koordinasi perlu terus dipelihara untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami bersyukur kegiatan ini berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Jambore menjadi pengingat bahwa membangun ketangguhan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap para relawan semakin solid dan mampu menggerakkan masyarakat agar lebih peduli terhadap risiko bencana di sekitarnya,” kata Sugeng.
Dengan berakhirnya Jambore FPRB Kota Probolinggo di UPT PPP Mayangan, para pengurus berharap kegiatan tersebut memberikan dampak yang berkelanjutan bagi penguatan kapasitas relawan. Kekompakan yang telah terbentuk diharapkan menjadi modal untuk memperluas edukasi kebencanaan, meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat kelurahan, dan mewujudkan masyarakat Kota Probolinggo yang semakin tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana.(Reb/Erd)






