PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Ketika sumber mata air berhenti mengalir, warga tak lagi bisa mengandalkan pasokan air dari alam. Kondisi itu kini dirasakan masyarakat Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, setelah sumber mata air yang menjadi tumpuan kebutuhan sehari-hari dilaporkan mengering.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo pun harus turun tangan mengirimkan air bersih menggunakan truk tangki untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Pada Kamis (17/9/2026), BPBD mendistribusikan total 10.000 liter air bersih ke dua dusun di Desa Sumberkramat. Bantuan tersebut menyasar sedikitnya 76 kepala keluarga dengan total 247 jiwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan distribusi dilakukan dalam dua rit karena warga mengalami kesulitan air bersih akibat sumber mata air mengering.
“Total 10.000 liter,” kata Oemar saat dikonfirmasi, Kamis siang.
Pengiriman pertama dilakukan ke Dusun Krajan, RT 03/RW 02. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk 38 kepala keluarga atau 149 jiwa.
Sementara pengiriman kedua menyasar Dusun Mendek Wetan, RT 006/RW 003, dengan volume 5.000 liter bagi 38 kepala keluarga atau 98 jiwa.
Distribusi air bersih tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kekeringan di wilayah Kabupaten Probolinggo bukan lagi sekadar ancaman musiman. Ketika sumber mata air warga mengering, pemenuhan kebutuhan dasar harus ditopang melalui mobilisasi air menggunakan armada pemerintah.
BPBD mengerahkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) dengan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk menyalurkan air langsung ke lokasi terdampak.
Namun, bantuan 10.000 liter itu pada dasarnya merupakan respons darurat terhadap persoalan yang lebih mendasar: hilangnya sumber air yang selama ini menjadi penyangga kehidupan warga.
Tanpa pemulihan sumber mata air atau skema pasokan berkelanjutan, distribusi air tangki berpotensi hanya menjadi solusi sementara bagi masyarakat yang menghadapi kekeringan berkepanjangan. (*)






