PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Layanan kunjungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Probolinggo tak hanya menjadi tempat melepas rindu antara warga binaan dan keluarganya. Di tengah aktivitas kunjungan, Lapas juga membuka akses pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang datang.
Layanan tersebut digelar di area tunggu kunjungan pada Selasa (15/9/2026), dengan melibatkan tenaga profesional dari Puskesmas dan tenaga kesehatan magang Lapas Probolinggo. Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Probolinggo, Nur Samsu, turut turun langsung dalam pemeriksaan.
Sejumlah indikator kesehatan dasar diperiksa, mulai dari tekanan darah, Gula Darah Acak (GDA), asam urat hingga kolesterol. Pemeriksaan ini menjadi pintu awal bagi keluarga warga binaan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka tanpa harus mengeluarkan biaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di balik kegiatan tersebut, Lapas Probolinggo berupaya mengubah wajah pelayanan pemasyarakatan. Lapas tidak hanya diposisikan sebagai tempat pembinaan narapidana, tetapi juga sebagai institusi yang tetap memberi perhatian kepada masyarakat yang bersinggungan langsung dengan layanan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Probolinggo, Bayu Muhammad, menegaskan bahwa keluarga warga binaan merupakan bagian penting yang perlu mendapat pelayanan layak selama berada di lingkungan Lapas.
“Kami berupaya agar pelayanan di Lapas tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan manfaat dan rasa nyaman bagi masyarakat yang datang, terutama keluarga warga binaan,” ujarnya.
Cek kesehatan gratis ini sekaligus menjadi upaya deteksi dini. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol dapat membantu masyarakat mengenali potensi masalah kesehatan sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.
Bagi Lapas Probolinggo, pelayanan tersebut bukan sekadar agenda tambahan saat kunjungan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan humanis, dengan menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga warga binaan yang datang, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa kesehatan merupakan kebutuhan semua orang, termasuk mereka yang berada di lingkungan pemasyarakatan. (*)






