PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Langkah konkret menekan beban biaya pembinaan atlet dilakukan KONI Kota Probolinggo. Organisasi olahraga ini resmi mengunci kerja sama strategis dengan RedDoorz Indonesia, Sabtu (11/4/2026), sebagai solusi efisiensi akomodasi dalam setiap agenda kejuaraan.
Penandatanganan kerja sama digelar di ruang rapat KONI Kota Probolinggo, dihadiri Ketua KONI Ir. H. Zulfikar Imawan, Wakil Ketua III Kurniadi, jajaran pengurus, serta perwakilan RedDoorz Jawa Timur.
Ketua KONI Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan jawaban atas tingginya kebutuhan logistik atlet yang selama ini menjadi salah satu beban terbesar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami setiap tahun menjalankan ratusan agenda olahraga. Tanpa dukungan akomodasi yang efisien, anggaran akan terkuras. Kerja sama ini menjadi solusi nyata karena RedDoorz memberikan benefit langsung yang bisa dimanfaatkan,” tegasnya.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari forum KONI tingkat nasional di Solo, yang mendorong daerah untuk membangun kemitraan strategis guna memperkuat pembinaan atlet berbasis efisiensi.
Dengan 47 cabang olahraga dan ratusan atlet, fasilitas diskon yang berlaku secara nasional dinilai memberi dampak signifikan. Terlebih, kebutuhan penginapan kerap meningkat saat menghadapi Porprov, Kejurprov hingga Kejurnas.
“Diskon berlaku di seluruh jaringan RedDoorz di Indonesia dan bisa langsung digunakan. Mekanismenya sederhana, cukup melalui aplikasi dan jalur komunikasi khusus. Ini mempercepat sekaligus memangkas biaya,” jelas Zulfikar.
Dari pihak RedDoorz, Regional Corporate Sales Jawa Timur, Efada Amylia Lakshita, memastikan dukungan penuh melalui skema layanan khusus.
“Kami berikan diskon hingga 40 persen, jaminan harga terbaik, serta layanan after-sales. Semua kebutuhan KONI akan ditangani satu dedicated sales, sehingga lebih cepat dan terkontrol,” ujarnya.
Efada menilai kemitraan ini berpotensi menjadi model nasional dalam sinergi antara sektor olahraga dan industri perhotelan.
Sementara itu, Wakil Ketua III KONI Kota Probolinggo, Kurniadi, menilai kerja sama ini berdampak langsung pada cabang olahraga, terutama saat bertanding di luar daerah.
“Selama ini akomodasi menjadi pos pengeluaran besar. Dengan potongan hingga 40 persen, beban itu bisa ditekan signifikan. Dampaknya jelas: anggaran bisa dialihkan untuk peningkatan prestasi,” pungkasnya. (*)






