JAKARTA, SuaraBayuangga.com – Kota Probolinggo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mewakili Wali Kota Dokter Aminuddin, Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari menerima penghargaan dari Setara Institute sebagai Kota Terbaik pada Zona Berkembang (Improving Zone) dalam acara Launching dan Penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2025 di ARTOTEL Mangkuluhur, Jakarta Selatan, Rabu (22/4) siang.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus harapan agar seluruh elemen kota terus meningkatkan kualitas praktik toleransi, memperkuat promosi keberagaman, serta menjaga harmonisasi kehidupan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Indeks Kota Toleran (IKT) Award merupakan penghargaan utama yang diberikan kepada kota-kota dengan praktik terbaik dalam pengelolaan toleransi, inklusi sosial, dan kebinekaan. Penilaian dilakukan berdasarkan regulasi pemerintah, tindakan aparat, hingga kondisi sosial masyarakat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta keberagaman sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam paparan Setara Institute, Kota Probolinggo dinilai berhasil membangun ruang perjumpaan lintas agama, memperkuat moderasi beragama melalui organisasi pemuda dan lingkungan sekolah, serta mendorong peran aktif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam menginisiasi usulan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Kerukunan Umat Beragama.
Penghargaan kategori Zona Berkembang ini dinilai sebagai momentum strategis untuk membawa energi perubahan yang lebih besar serta peluang pelembagaan toleransi yang semakin kokoh. Tanpa konsistensi dan penguatan kelembagaan, berbagai inisiatif toleransi berpotensi hanya menjadi simbolik semata.
Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya pada Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri, Bisri, menjelaskan Indeks Kota Toleran bukan sekadar angka maupun urutan peringkat. Melainkan indikator penting yang mencerminkan kualitas relasi sosial, tingkat kedewasaan demokrasi di tingkat lokal, serta efektivitas tata kelola pemerintahan dalam menjamin hak-hak warga negara tanpa diskriminasi.
Menurutnya, kota yang toleran adalah kota yang mampu menghadirkan rasa aman, menjamin kesetaraan, serta membuka ruang partisipasi yang adil bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang agama, etnis maupun keyakinan.
Wawali Ina Dwi Lestari pun menyampaikan rasa syukur dan bangga atas penghargaan yang diterima Kota Probolinggo. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga para pegiat toleransi yang terus menjaga harmoni sosial di Kota Probolinggo.
“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus catatan penting bagi Kota Probolinggo. Ke depan harus terus kita tingkatkan, karena kita berpeluang masuk 10 besar terbaik nantinya,” ujar Wawali Ina, yang saat itu didampingi Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lucia Aries Yulyanti.

Kendati demikian, menurutnya capaian sebagai kota terbaik di zona berkembang ini sudah menjadi apresiasi luar biasa bagi seluruh pihak. Khususnya tim yang terus membersamai sepanjang tahun 2025 dalam upaya membangun kesetaraan dan memperkuat ekosistem toleransi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Setara Institute, para peneliti, serta seluruh pihak yang telah memberikan penilaian objektif sehingga menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk terus berbenah. Ini pengingat bahwa toleransi harus terus hidup dalam kebijakan, pelayanan publik, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar wawali yang juga Dewan Penasihat FKUB Kota Probolingo ini.
Dengan penghargaan ini, lanjut Wawali Ina, diharapkan menjadi energi perubahan yang semakin kuat bagi Kota Probolinggo untuk terus bertumbuh menjadi kota yang inklusif, adil, dan harmonis. “Bahwa toleransi menjadi ruang bersama bagi siapa saja yang bersedia merawat keberagaman sebagai kekuatan utama pembangunan,” pungkasnya.






