Hadapi Kerawanan Sosial Keagamaan, Kodim Samakan Persepsi Dan Langkah Strategis Bersama FKUB

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Kodim 0820/Probolinggo bersama sejumlah pihak ikut ambil bagian dalam rapat koordinasi dan halal bihalal bersama unsur forum kordinasi pimpan daerah, dewan penasehat dan pengurus forum kerukunan umat beragama ( FKUB ) Kota Probolinggo, Sabtu (11/4).

 

Kasdim 0820/ Probolinggo Mayor Caj Aminudin Abadi menyampaikan bahwa, kegiatan yang difasilitasi oleh forum kerukunan umat beragama

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

( FKUB ) Kota Probolinggo ini tidak hanya menjadi forum untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, tetapi juga menjadi ruang dialog yang konstruktif dalam merumuskan langkah-langkah bersama guna menjaga stabilitas sosial dan kerukunan umat beragama.

 

“Sekaligus sebagai media untuk menyamakan persepsi dan langkah strategis dalam menghadapi potensi kerawanan sosial keagamaan serta membahas dan mensosialisasikan program kerja FKUB tahun 2026, termasuk penguatan kapasitas kelembagaan dan perluasan jangkauan kegiatan,” kata Mayor Caj Aminudin Abadi.

 

Kasdim menambahkan, melalui forum ini pihaknya berharap koordinasi yang terjalin dapat semakin solid, komunikasi semakin terbuka serta kolaborasi semakin diperkuat. “FKUB harus terus berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya moderasi beragama, menjadi mediator dalam menyelesaikan potensi permasalahan serta mendukung kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

 

Ketua forum kerukunan umat beragama ( FKUB ) Kota Probolinggo Ahmad Hudri mengungkapkan salah satu fokus utama adalah bagaimana merawat kerukunan umat beragama. Tidak hanya sebatas diskusi formal tetapi juga melalui upaya-upaya berkelanjutan yang diwujudkan dalam bentuk edukasi yang sistematis dan terarah.

 

Kami juga melanjutkan agenda yang telah dirintis pada tahun 2025 yaitu penguatan kapasitas kelembagaan melalui program pendidikan karakter dan keagamaan.”Program ini bertujuan untuk memperluas jangkauan FKUB, tidak hanya terbatas pada 17 orang perwakilan dari masing-masing unsur agama tetapi juga menjangkau masyarakat yang lebih luas sebagai objek pembinaan,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Ahmad Hudri menjelaskan, tahun 2026 terdapat tiga agenda utama yang akan diluncurkan yaitu pogram Eko-Lingkungan sebagai upaya membangun kesadaran menjaga lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan. Program FKUB School yang merupakan bagian dari rangkaian edukasi untuk generasi muda dalam memperkuat nilai toleransi dan moderasi beragama serta program rumah ibadah ramah anak yang bertujuan menciptakan tempat ibadah yang inklusif, aman dan nyaman bagi anak-anak.

 

Sementara Walikota Aminuddin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo memandang forum kerukunan umat beragama sebagai mitra strategis dalam menjaga kondusifitas daerah di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks. Keberadaan FKUB bukan hanya sebagai wadah komunikasi lintas iman tetapi juga garda terdepan dalam mencegah potensi gesekan yang dapat mengganggu persatuan.

 

Kita semua menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi tetapi juga dari terjaganya harmoni sosial di tengah masyarakat, oleh karena itu penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

 

Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus mendukung FKUB, baik dalam bentuk fasilitasi, koordinasi maupun kemitraan program. FKUB dapat terus adaptif dan responsif dalam menghadapi tantangan zaman serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. “Mari terus menjaga semangat kebersamaan, memperkuat persaudaraan serta merawat kerukunan demi terwujudnya Kota Probolinggo yang harmonis, aman dan sejahtera,” tuturnya. (*)

Berita Terkait

DPRD Probolinggo Kritik PUPR-PKP: Anggaran Rendah, Izin Lambat, Investasi Harus Tertib
Kunjungi Ponpes Nurul Jadid, Menteri Agama Dorong Pesantren Bangkitkan Semangat ‘Baitul Hikmah’
Musrenbang RKPD 2027 Digelar, DPRD Probolinggo Kawal Arah Pembangunan Daerah
Bahas LKPJ 2025, Serapan Anggaran Dispendukcapil dan Dinas Perpustakaan Disorot
Tinjau SRT 7 Kota Probolinggo, Komdigi Tekankan Internet Merata dan Aman bagi Siswa
Gemarikan di SDN Randutatah, Arumi Edukasi Gizi dan Cegah Stunting
Jaga Stabilitas, Koramil Kraksaan Melakukan Sidak Dan Monev Stok Dan Harga LPG 3 Kg
Soroti Etika Jurnalistik, Kader NasDem Kota Probolinggo Desak Klarifikasi dan Permintaan Maaf Tempo
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:44 WIB

DPRD Probolinggo Kritik PUPR-PKP: Anggaran Rendah, Izin Lambat, Investasi Harus Tertib

Jumat, 17 April 2026 - 17:39 WIB

Kunjungi Ponpes Nurul Jadid, Menteri Agama Dorong Pesantren Bangkitkan Semangat ‘Baitul Hikmah’

Jumat, 17 April 2026 - 17:15 WIB

Musrenbang RKPD 2027 Digelar, DPRD Probolinggo Kawal Arah Pembangunan Daerah

Jumat, 17 April 2026 - 17:01 WIB

Bahas LKPJ 2025, Serapan Anggaran Dispendukcapil dan Dinas Perpustakaan Disorot

Kamis, 16 April 2026 - 21:56 WIB

Tinjau SRT 7 Kota Probolinggo, Komdigi Tekankan Internet Merata dan Aman bagi Siswa

Berita Terbaru