google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Yadnya Karo 1948 Caka di Desa Sapikerep Ditutup dengan Prosesi Sakral Nyadran

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com  – Rangkaian perayaan Yadnya Karo 1948 Caka di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, ditutup dengan prosesi sakral Nyadran. Tradisi ini menjadi puncak perayaan Hari Raya Karo yang hingga kini terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Suku Tengger.

Yadnya Karo merupakan salah satu perayaan besar umat Hindu Tengger yang memiliki makna sebagai ungkapan syukur atau selamatan kedua. Perayaan ini dilaksanakan setiap bulan kedua dalam penanggalan Tengger, yaitu bulan Karo, dan menjadi bagian penting dari warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Puncak perayaan ditandai dengan prosesi Nyadran, yakni ziarah bersama ke makam para leluhur. Di Desa Sapikerep, masyarakat mendatangi tiga lokasi yang dianggap sakral, yaitu Ndanyang, Punden, dan pemakaman umum desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum menuju lokasi tersebut, warga terlebih dahulu mengikuti upacara adat yang dipimpin oleh Romo Dukun Suku Tengger. Setelah prosesi selesai, seluruh peserta berjalan bersama menuju tiga titik sakral sebagai bagian dari rangkaian ritual Nyadran.

Penjabat Kepala Desa Sapikerep, Agus Cahyo Raharjo, ikut berjalan bersama masyarakat mengikuti prosesi tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran rangkaian Yadnya Karo.

“Atas nama Pemerintah Desa Sapikerep dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, kami sangat menghormati budaya dan kearifan lokal masyarakat Tengger yang terus terjaga hingga saat ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada panitia, TNI, Polri, Romo Dukun, dan seluruh tokoh masyarakat sehingga rangkaian Yadnya Karo maupun Nyadran dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Semoga generasi penerus terus menjaga dan melestarikan budaya yang telah diwariskan ini,” ujarnya.

Prosesi Nyadran tidak hanya diikuti masyarakat Tengger yang beragama Hindu, tetapi juga warga dari berbagai latar belakang kepercayaan. Kebersamaan tersebut menjadi salah satu wujud toleransi yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Tengger.

Doa untuk para leluhur dipimpin langsung oleh Romo Dukun Desa Sapikerep, Romo Ngatik dan Romo Misnoyo. Keduanya memimpin seluruh rangkaian doa di makam para leluhur.

Romo Misnoyo menjelaskan bahwa Nyadran merupakan inti dari perayaan Hari Raya Karo karena menjadi momen untuk memberikan penghormatan kepada leluhur.

“Nyadran adalah puncak dari perayaan Karo. Intinya, seluruh masyarakat berdoa bersama di makam para leluhur sebagai bentuk penghormatan, karena tanpa para leluhur, kita tidak akan ada di dunia ini,” jelasnya.

Usai prosesi Nyadran, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Ujung-Ujungan di Kantor Desa Sapikerep. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Romo Dukun melalui prosesi adat Mulihe Ping Pitu. (*)

Berita Terkait

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo
Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun Bantah Terlibat Praktik Dugaan Penjualan Pita Cukai Rokok
Nama Anak dan Sanggar Terdampak Video Viral, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 15 September 2026 - 07:23 WIB

Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB