PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Pemerintah Kota Probolinggo mulai mengantisipasi potensi gejolak harga bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Wali Kota Probolinggo Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, unsur Forkopimda dan sejumlah OPD turun langsung melakukan inspeksi stok pangan ke pusat distribusi dan gudang Bulog, Senin (18/5).

Sidak dilakukan di Toserba Graha Mulia Jalan Dr. Soetomo serta Gudang Bulog di Jalan Lumajang. Pemantauan ini dilakukan menyusul meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha yang kerap memicu kenaikan harga bahan pokok di pasaran.
Wali Kota Aminuddin menegaskan, pemerintah tidak ingin terjadi lonjakan harga yang membebani masyarakat saat momentum hari besar keagamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berdasarkan siklus tahunan, Iduladha selalu menjadi salah satu pemicu kenaikan harga. Karena itu kami turun langsung bersama Forkopimda dan BPS untuk memastikan kondisi tetap terkendali sampai kebutuhan masyarakat meningkat,” tegasnya, saat dikonfirmasi pada selasa (19/5/2026) siang melalui pesan singkat.
Dari hasil sidak, Pemkot memastikan stok pangan di Kota Probolinggo dalam kondisi sangat aman. Bahkan cadangan beras di gudang Bulog mengalami lonjakan signifikan.
Jika sebelumnya stok hanya berada di kisaran 6 ribu ton, kini meningkat menjadi sekitar 19 ribu ton. Jumlah itu dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Probolinggo Raya.
“Ini bukan sekadar aman, tapi sangat aman. Stok beras, minyak goreng hingga bantuan pangan tersedia melimpah,” ujar Aminuddin.
Selain memastikan stok tersedia, tim juga memantau harga bahan pokok di lapangan. Hasilnya, harga beras premium maupun medium masih relatif stabil dan belum menunjukkan kenaikan tajam.
Pemkot juga mengklaim upaya operasi pasar yang dilakukan bersama Bulog dan BPS mulai berdampak terhadap pengendalian inflasi daerah. Angka inflasi Kota Probolinggo disebut turun dari 4,1 persen menjadi 2,7 persen dalam beberapa bulan terakhir.
“Inflasi kita membaik cukup signifikan. Operasi pasar terus kami lakukan hampir tiga minggu terakhir untuk menjaga harga tetap stabil,” pungkasnya. (*)






