google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Sosialisasi Bersama Mahasiswa KKN di Sumberasih Probolinggo Tekankan Bahaya Pernikahan Dini bagi Remaja

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Masalah pernikahan anak di bawah umur masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Probolinggo, khususnya di wilayah Kecamatan Sumberasih. Dalam upaya menekan angka pernikahan dini, digelar kegiatan sosialisasi bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo bertema “Bahaya Pernikahan Anak”, yang berlangsung di Aula SMP Negeri 4 Sumberasih dan menyasar kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA.

 

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kelompok 13 KKN UPM Probolinggo yang saat ini tengah menjalankan program pengabdian di Desa Banjarsari. Berdasarkan hasil observasi mereka, pernikahan anak masih menjadi persoalan utama yang dihadapi oleh masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kami melakukan pendekatan langsung kepada remaja. Ada 60 peserta dari siswa SMP dan SMA yang terlibat dalam kegiatan ini,” ujar Muhammad Hizam Fikri, Koordinator Desa KKN Banjarsari.

Ia menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar permainan atau bentuk pembuktian cinta, melainkan tanggung jawab besar seumur hidup yang menuntut kematangan pikiran serta kesiapan mental dan ekonomi.

 

Hizam berharap melalui kegiatan ini para remaja lebih sadar akan risiko besar yang ditimbulkan dari pernikahan di usia dini, terutama terhadap kesehatan mental dan keberlanjutan pendidikan.

 

Sementara itu, Evi, penyuluh dari Kecamatan Sumberasih, yang turut menjadi narasumber dalam kegiatan ini, menyampaikan pentingnya menghindari pernikahan di usia muda. Menurutnya, faktor-faktor seperti paksaan dari orang tua, keinginan anak sendiri, serta pergaulan bebas, sering menjadi pemicu terjadinya pernikahan anak.

 

“Pernikahan dini kerap menyebabkan anak putus sekolah. Padahal, BKKBN telah menetapkan usia ideal menikah, yaitu 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki,” terang Evi.

 

Ia juga menambahkan bahwa menikah di usia yang matang dapat meminimalisir risiko perceraian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta masalah ekonomi yang kerap muncul akibat ketidaksiapan pasangan muda dalam membangun rumah tangga.

 

Evi menyebutkan bahwa di Kecamatan Sumberasih, angka pernikahan dini sudah menunjukkan penurunan signifikan sejak diberlakukannya regulasi baru yang memperketat pemberian dispensasi pernikahan oleh pihak Kantor Urusan Agama (KUA).

 

“Jika calon pengantin masih di bawah usia 18 tahun, mereka wajib memperoleh surat dispensasi dari pengadilan. Dan saat ini, proses untuk mendapatkan surat tersebut tidak mudah. Hal ini menjadi salah satu faktor turunnya angka pernikahan dini,” jelasnya.

 

Diharapkan, melalui kegiatan sosialisasi ini, kesadaran remaja dan masyarakat semakin meningkat dalam menyikapi persoalan pernikahan anak. Remaja pun diharapkan lebih memprioritaskan pendidikan serta kesiapan emosional sebelum memutuskan untuk menikah.***

Berita Terkait

Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api
Satpas Polres Probolinggo Kota Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Wujudkan Pelayanan Prima bagi Penyandang Disabilitas
Cek Kesehatan Gratis Hadir di Ruang Kunjungan Lapas Probolinggo, Ini Sasarannya
Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Berita ini 272 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:16 WIB

Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api

Kamis, 17 September 2026 - 19:09 WIB

Satpas Polres Probolinggo Kota Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Wujudkan Pelayanan Prima bagi Penyandang Disabilitas

Kamis, 17 September 2026 - 18:38 WIB

Cek Kesehatan Gratis Hadir di Ruang Kunjungan Lapas Probolinggo, Ini Sasarannya

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB