google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Sinergi dan Ketangkasan, Santri Nurul Jadid Unjuk Kebolehan dalam Lomba Pioneering

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Guna mengasah keterampilan, ketangkasan, dan kerja sama tim, ratusan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid berpartisipasi aktif dalam ajang perlombaan pioneering (tali-temali). Kegiatan luar ruangan yang penuh semangat ini dipusatkan di lapangan utama pesantren, Paiton, Probolinggo.

 

Perlombaan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan dan kepanduan santri. Agenda tersebut bertujuan untuk mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan (tafaqquh fiddin), tetapi juga memiliki keterampilan taktis, kemandirian, mental yang tangguh, serta kesiapan fisik di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid menegaskan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai respons terhadap pentingnya pendidikan karakter berbasis kepanduan di lingkungan pesantren. Melalui kegiatan praktis seperti ini, santri diajak untuk membumikan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan sejak dini.

 

Alasan mendasar di balik pelaksanaan lomba ini adalah untuk melatih ketajaman berpikir cepat dan tepat dalam memanfaatkan sarana yang terbatas. Dalam dunia kepanduan, kemampuan mendirikan bangunan darurat menggunakan tongkat dan tali merupakan keterampilan krusial yang melatih motorik sekaligus logika berpikir ruang para santri.

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, jalannya perlombaan berlangsung sangat kompetitif namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai ukhuwah islamiyah. Setiap regu yang terdiri dari beberapa santri tampak bahu-membahu, berbagi tugas secara taktis untuk mendirikan struktur bangunan mini, seperti menara pandang dan tiang bendera kreatif.

 

Dengan mengenakan seragam putih-biru lengkap dengan peci hitam sebagai identitas khas santri Nurul Jadid, mereka terlihat cekatan mengikatkan tali pada tongkat bambu. Kerja sama yang solid ditunjukkan saat beberapa santri memegangi kerangka utama, sementara santri lainnya fokus mengunci simpul-simpul tali agar bangunan berdiri kokoh.

 

Penilaian dalam lomba pioneering ini tidak hanya bertumpu pada kecepatan waktu penyelesaian semata. Tim juri yang terdiri dari para instruktur senior kepramukaan pesantren juga memberikan poin besar pada aspek ketepatan simpul, kekuatan ikatan, estetika bangunan, serta kekompakan komunikasi antaranggota dalam satu tim.

 

Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa perlombaan ini merupakan agenda berkala yang selalu dinantikan oleh para santri di setiap periodenya. Pihak pesantren berharap, melalui simulasi tali-temali ini, para santri dapat mengimplementasikan filosofi ikatan simpul sebagai simbol kuatnya persaudaraan dan persatuan antar-sesama.

 

Respons positif juga datang dari para santri peserta lomba yang mengaku sangat antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir. Mereka menyatakan bahwa tantangan terbesar dalam lomba ini adalah menjaga ketenangan dan fokus agar tali tidak longgar, sekaligus menyatukan persepsi dengan anggota kelompok di tengah keterbatasan waktu.

 

Acara perlombaan ditutup dengan pengumuman pemenang dan evaluasi teknik dari para pembina pramuka. Dengan suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi santri secara holistik, baik aspek intelektual, maupun keterampilan praktis. (*)

Berita Terkait

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo
Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun Bantah Terlibat Praktik Dugaan Penjualan Pita Cukai Rokok
Nama Anak dan Sanggar Terdampak Video Viral, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 15 September 2026 - 07:23 WIB

Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB