google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Parkir Berlangganan Kota Probolinggo Disorot, Warga Mengaku Masih Ditarik Jukir

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Program parkir berlangganan di Kota Probolinggo kembali menjadi sorotan. Bukan karena manfaatnya, melainkan lantaran sejumlah warga mengaku masih harus membayar parkir meski telah mengikuti program tersebut.

 

Sorotan itu mencuat setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo mengunggah konten yang mengimbau masyarakat memasang stiker parkir berlangganan di kendaraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Alih-alih mendapat respons positif, kolom komentar justru dipenuhi pertanyaan hingga sindiran dari netizen yang mempertanyakan efektivitas stiker tersebut.

“Stiker parkir berlangganan gunanya untuk apa ya….?” tulis akun @Bendo Yudha Aji.

 

Komentar lain bahkan menyindir program tersebut secara langsung.

 

“Hahaha lucu, suruh pasang stiker parkir gratis tetap aja bayar parkir,” tulis @Baguspangestu.

 

Akun @Zavierzaveria juga menulis komentar bernada sindiran, “Berlaku hanya untuk parkir di rumah baru gratis.”

 

Keluhan lebih konkret disampaikan akun @Pejuang rupi”ah +. Ia mengaku sudah memasang stiker, namun ketika memarkir kendaraan di depan toko di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, dirinya tetap berhadapan dengan jukir.

 

“Pasang stiker nggak ngaruh pak… tetap aja kalau saya sendiri parkir depan toko sepanjang Pangsud ditungguin sama tukang parkirnya, nggak dikasih, melotot tuh,” tulisnya.

 

Fenomena tersebut lantas memunculkan pertanyaan mendasar: sejauh mana program parkir berlangganan benar-benar diterapkan di lapangan?

 

Kepala Dishub Kota Probolinggo Pudi Adji Tjahjo Wahono memberikan penjelasan terkait polemik tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026) siang.

 

Pudi mengatakan, stiker bukan sekadar aksesori kendaraan. Stiker tersebut menjadi tanda bagi petugas bahwa kendaraan bersangkutan telah mengikuti program parkir berlangganan.

 

“Ya, dengan pasang stiker minimal petugas tahu kalau mereka berlangganan,” kata Pudi.

 

Ia menegaskan, kendaraan yang telah mengikuti program parkir berlangganan tidak seharusnya kembali ditarik retribusi parkir, sepanjang parkir dilakukan pada lokasi yang termasuk dalam ketentuan program tersebut.

 

“Jadi kalau berlangganan tidak ditarik retribusi parkir,” ujarnya.

 

Namun, Pudi juga mengakui salah satu persoalannya adalah masih banyak kendaraan peserta program yang tidak memasang stiker.

 

“Kalau tidak pasang stiker, petugas tidak tahu. Jadi akan ditarik retribusi parkir. Banyak masyarakat yang tidak pasang, jadi petugas tidak tahu,” jelasnya.

 

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penjelasan Dishub atas keluhan masyarakat yang merasa sudah membayar parkir berlangganan tetapi masih diminta uang parkir.

 

Namun persoalan tidak berhenti pada stiker.

 

Jika masyarakat sudah memasang stiker tetapi tetap dimintai uang parkir oleh jukir, Dishub memastikan tindakan pengawasan telah dilakukan.

 

“Sudah kami lakukan. Kami pasang petugas-petugas pengawasan dan pengendalian di lapangan,” kata Pudi.

 

Dishub juga mengaku telah memberikan edukasi kepada para jukir mengenai mekanisme parkir berlangganan agar tidak kembali menarik retribusi dari kendaraan yang seharusnya mendapatkan layanan parkir tanpa pembayaran tambahan.

 

“Mulai sekarang insyaallah jukir kami akan paham,” tegas Pudi.

 

Pernyataan tersebut kini menjadi tantangan bagi Dishub Kota Probolinggo. Sebab, bagi masyarakat, ukuran keberhasilan parkir berlangganan bukan sekadar terpasangnya stiker di kendaraan, tetapi tidak adanya pungutan parkir tambahan ketika mereka menggunakan fasilitas parkir yang masuk dalam program tersebut.

 

Jika masih ada warga yang telah membayar parkir berlangganan namun kembali dimintai uang oleh jukir, maka persoalan utamanya bukan lagi soal stiker, melainkan seberapa efektif pengawasan Dishub dan seberapa disiplin jukir menjalankan aturan yang telah ditetapkan.

Berita Terkait

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo
Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun Bantah Terlibat Praktik Dugaan Penjualan Pita Cukai Rokok
Nama Anak dan Sanggar Terdampak Video Viral, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 15 September 2026 - 07:23 WIB

Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB