google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Menyaksikan Khidmatnya Yadnya Karo di Kaki Gunung Bromo, Tradisi Suku Tengger yang Menjaga Harmoni Alam dan Leluhur

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Kabut tipis yang menyelimuti lereng Gunung Bromo, Minggu (2/8/2026) pagi, menjadi latar sakral bagi pelaksanaan Hari Raya Yadnya Karo di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Di Danyang Sanggar Arahum, masyarakat Suku Tengger berkumpul mengenakan pakaian adat, membawa aneka hasil bumi, lalu memanjatkan doa yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Aroma dupa dan kemenyan perlahan memenuhi pelataran sanggar. Di hadapan sesaji yang tersusun rapi berisi buah-buahan dan hasil panen, doa-doa dalam Bahasa Tengger dilantunkan dengan khusyuk. Suasana hening sesekali berpadu dengan tabuhan gamelan yang mengalun pelan, menciptakan pengalaman budaya yang begitu khas di kawasan wisata Gunung Bromo.

Bagi masyarakat Tengger, Yadnya Karo bukan sekadar perayaan adat. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur atas kehidupan, hasil bumi, serta doa agar seluruh warga senantiasa diberikan keselamatan, kemakmuran, dan dijauhkan dari berbagai bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penjabat Kepala Desa Sapikerep, Agus Cahyo Raharjo, mengatakan ritual tersebut menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Tengger yang terus dijaga hingga kini.

“Tujuannya agar warga Desa Sapikerep diberi kemakmuran, hasil bumi yang melimpah, dan dijauhkan dari segala marabahaya yang memang saat ini kerap mengintai warga Suku Tengger,” ujarnya.

Keunikan Yadnya Karo juga terlihat dari perpaduan unsur spiritual dan seni tradisional. Seusai prosesi doa, alunan gamelan mengiringi Tari Lengger yang ditampilkan sebagai bagian dari rangkaian upacara. Kesenian tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan simbol penghormatan terhadap tradisi yang telah hidup selama ratusan tahun di kawasan Tengger.

Romo Dukun Ngatik menjelaskan, setiap doa yang dipanjatkan menggunakan Bahasa Tengger merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus harapan agar masyarakat tetap hidup berdampingan dengan alam.

“Makna Hari Raya Karo ini adalah selamatan desa. Harapannya seluruh masyarakat diberikan keberkahan, kemakmuran dari hasil bumi yang melimpah, serta dijauhkan dari segala bentuk bencana,” katanya.

Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata Gunung Bromo yang dikenal hingga mancanegara, Yadnya Karo menjadi pengingat bahwa daya tarik kawasan ini tidak hanya terletak pada panorama matahari terbit atau lautan pasirnya. Kehidupan budaya masyarakat Suku Tengger yang tetap lestari menjadi pesona lain yang membuat Bromo memiliki nilai lebih sebagai destinasi wisata budaya.

Bagi wisatawan, menyaksikan Yadnya Karo adalah kesempatan memahami filosofi hidup masyarakat Tengger yang menjunjung tinggi rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, dan keharmonisan dengan alam. Tradisi inilah yang menjadikan kawasan Bromo bukan hanya indah dipandang, tetapi juga kaya akan warisan budaya yang terus hidup hingga sekarang. (*)

Berita Terkait

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo
Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun Bantah Terlibat Praktik Dugaan Penjualan Pita Cukai Rokok
Nama Anak dan Sanggar Terdampak Video Viral, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 15 September 2026 - 07:23 WIB

Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB