google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Memburu “Salju” di Bromo, Saat Embun Upas Ubah Kaldera Jadi Negeri Musim Dingin

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Jarum jam belum menunjukkan pukul lima pagi ketika udara dingin mulai menggigit kulit. Di tengah gelap yang perlahan memudar, ratusan wisatawan turun ke lautan pasir Gunung Bromo. Mereka bukan sekadar mengejar matahari terbit seperti biasanya.

Pagi itu, ada sesuatu yang lebih langka.

Hamparan putih tipis tampak menyelimuti rerumputan, dedaunan, hingga sebagian lautan pasir di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dari kejauhan, lanskap kaldera Bromo terlihat seperti negeri empat musim yang sedang diselimuti salju.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena itu dikenal sebagai embun upas, lapisan kristal es yang terbentuk ketika suhu udara turun hingga mendekati bahkan di bawah 5 derajat Celsius. Bagi masyarakat Tengger, kemunculannya menjadi penanda musim kemarau telah tiba. Namun bagi wisatawan, embun upas adalah hadiah alam yang tak selalu bisa ditemui.

Tahun ini, kemunculan embun upas pertama kali tercatat pada Rabu (10/6/2026) dan kembali terlihat pada Kamis (11/6/2026) pagi. Momen tersebut langsung menjadi perburuan para pelancong yang datang dari berbagai daerah.

Di lautan pasir, suara kamera dan ponsel bersahut-sahutan mengabadikan kristal-kristal es yang berkilauan diterpa cahaya matahari pagi. Beberapa wisatawan bahkan tampak sengaja menyentuh permukaan pasir yang terasa lebih dingin dari biasanya.

“Rasanya seperti sedang berada di luar negeri,” kata Ni Putu Suryani, wisatawan asal Bali.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa melihat pemandangan menyerupai salju di Indonesia.

“Dinginnya luar biasa menusuk, tapi pemandangannya sangat setimpal. Kami dapat paket lengkap, sunrise dapat, fenomena alam langka juga dapat,” ujarnya sambil mengabadikan hamparan putih yang perlahan mulai mencair.

Bagi para pemandu wisata lokal, kemunculan embun upas selalu menjadi magnet tersendiri. Tidak sedikit wisatawan yang rela datang dini hari demi mencoba peruntungan menyaksikan fenomena tersebut.

Choirul Umam, pemandu wisata dari Bromo Day, mengatakan embun upas tahun ini muncul cukup merata dibanding hari-hari sebelumnya.

“Embun upas tidak hanya menempel di dedaunan, tetapi juga menghampar di beberapa titik lautan pasir. Ini kemunculan pertama tahun 2026 dan langsung ramai diburu wisatawan,” katanya.

Menurut Umam, fenomena ini lazim muncul pada periode Juni hingga Agustus, ketika musim kemarau membuat suhu di kawasan pegunungan Tengger turun drastis pada malam hingga dini hari.

Namun, melihat embun upas bukan perkara mudah. Tidak ada jadwal pasti kapan kristal es itu muncul. Semua bergantung pada cuaca dan suhu udara.

Karena itulah, masyarakat sekitar sering menyebutnya sebagai “rezeki wisatawan”.

Hari ini ada, besok belum tentu.

Mereka yang ingin berburu embun upas harus datang sebelum matahari terbit. Sebab usia fenomena ini sangat singkat. Begitu sinar matahari mulai menyentuh permukaan tanah dan vegetasi, kristal-kristal es perlahan berubah menjadi tetesan air lalu menghilang.

Berbeda dengan wisatawan yang memilih berburu matahari terbit di Penanjakan, Umam justru menyarankan pengunjung yang ingin melihat embun upas untuk turun langsung ke lautan pasir, khususnya di sisi timur kaldera Bromo yang berada di wilayah Probolinggo.

Di lokasi itulah hamparan es tipis biasanya lebih mudah ditemukan.

Fenomena embun upas memang menyimpan dua sisi berbeda. Bagi wisatawan, kehadirannya menjadi atraksi alam yang memukau. Namun bagi petani di kawasan Tengger, embun upas sering kali menjadi ancaman karena dapat merusak tanaman yang terpapar suhu ekstrem.

Meski demikian, bagi sektor pariwisata Bromo, kemunculan embun upas selalu menjadi kabar baik. Fenomena alam yang hanya berlangsung beberapa pekan setiap tahun itu menghadirkan pengalaman unik yang sulit ditemukan di tempat lain.

Di tengah negara tropis yang identik dengan cuaca hangat, Bromo kembali menunjukkan keistimewaannya.

Tak perlu terbang ribuan kilometer ke negara bersalju. Pada pagi-pagi tertentu di musim kemarau, hamparan putih itu bisa ditemukan di kaki gunung berapi aktif, tepat di jantung kawasan Tengger.

Dan seperti biasa, mereka yang datang paling pagi akan menjadi saksi pertama ketika Bromo berubah menjadi negeri musim dingin sesaat. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo
Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun Bantah Terlibat Praktik Dugaan Penjualan Pita Cukai Rokok
Nama Anak dan Sanggar Terdampak Video Viral, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 15 September 2026 - 07:23 WIB

Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB