google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Mediasi Pedagang Oleh-Oleh Masjid Agung Probolinggo Alot, DKUP Tawarkan 4 Lokasi Relokasi

- Jurnalis

Senin, 16 Juni 2025 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarabayuangga.com – Upaya mediasi antara Pemerintah Kota Probolinggo dan pedagang oleh-oleh Haji dan Umroh di kawasan Masjid Agung kembali digelar, Senin pagi (16/6/2025). Dalam pertemuan tersebut, Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (DKUP) menawarkan empat lokasi alternatif bagi para pedagang yang terdampak rencana revitalisasi Alun-Alun Kota Probolinggo. Namun, mediasi belum menghasilkan kesepakatan.

Kepala DKUP Fitriawati Jufri menyampaikan, keempat lokasi yang ditawarkan adalah Pasar Mangunharjo, Pasar Kronong, Pasar Wonoasih, serta ruko di depan Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL).

Ia menekankan bahwa relokasi diperlukan karena pembangunan alun-alun sudah masuk tahap perencanaan sejak tahun 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“DED-nya (Detail Engineering Design) sudah ada sejak 2023, dan ini bagian dari program revitalisasi yang kami terima dari Pemkot. Maka kami ajak para pedagang untuk ikut relokasi,” jelas Fitri dalam forum mediasi.

Namun, penjelasan ini langsung ditanggapi kritis oleh perwakilan pedagang. Rivo Alfadani mempertanyakan mengapa informasi perencanaan tidak disampaikan sejak awal.

“Mengapa kami baru tahu sekarang, padahal rencana sudah ada sejak 2023? Kenapa kami tidak dilibatkan dalam prosesnya?” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo, Gigih Ardityawan, mengatakan pihaknya sudah melibatkan DKUP dan instansi terkait sejak awal perencanaan.

Ia juga menjelaskan bahwa revitalisasi diperlukan untuk memperbaiki kondisi trotoar dan saluran drainase di kawasan alun-alun.

“Trotoar sudah rusak dan perlu diperbaiki demi keselamatan pejalan kaki. Selain itu, ada juga pohon yang akan ditebang karena mengganggu struktur trotoar,” terang Gigih.

Meski sejumlah penjelasan telah diberikan, para pedagang tetap menyatakan keberatan. Ketua Paguyuban Oleh-Oleh Haji dan Umroh mengaku kecewa karena solusi yang ditawarkan dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.

“Kami tidak menolak revitalisasi, silakan kalau memang harus dibongkar. Tapi masa kami jualan oleh-oleh Haji dan Umroh di pasar? Itu tidak relevan,” ujar Bambang, ketua paguyuban.

Ia juga menambahkan bahwa lokasi yang diminta di sisi utara Masjid Agung tidak diizinkan karena status lahan yang telah dihibahkan pada takmir masjid.

“Kesannya muter-muter saja,” keluhnya.

Fitri dari DKUP menegaskan bahwa keberadaan toko oleh-oleh selama ini berada di bawah perjanjian pinjam pakai. Oleh karena itu, jika sewaktu-waktu Pemkot membutuhkan, maka bangunan harus dikembalikan.

“Itu adalah aset milik Pemkot yang sebelumnya dikelola oleh organisasi masyarakat. Karena tidak berjalan maksimal, akhirnya dikelola perorangan. Sekarang kami tetap beritikad baik dengan menawarkan lokasi relokasi agar pedagang bisa tetap berjualan,” jelasnya.

Ia pun memberi batas waktu hingga akhir Juli 2025 bagi pedagang untuk mengosongkan tempat.

“Kami targetkan paling lambat akhir Juli sudah harus dikosongkan,” tegasnya.

Sementara itu, Gigih dari Dinas PUPR-PKP menambahkan bahwa proyek revitalisasi saat ini masih dalam tahap pelimpahan dokumen ke bagian Barang dan Jasa (Barjas).

“Masih dikaji dan belum mulai pelaksanaan fisik,” tutupnya. (red)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api
Satpas Polres Probolinggo Kota Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Wujudkan Pelayanan Prima bagi Penyandang Disabilitas
Cek Kesehatan Gratis Hadir di Ruang Kunjungan Lapas Probolinggo, Ini Sasarannya
Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:16 WIB

Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api

Kamis, 17 September 2026 - 19:09 WIB

Satpas Polres Probolinggo Kota Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Wujudkan Pelayanan Prima bagi Penyandang Disabilitas

Kamis, 17 September 2026 - 18:38 WIB

Cek Kesehatan Gratis Hadir di Ruang Kunjungan Lapas Probolinggo, Ini Sasarannya

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB