JEMBER, suarabayuangga.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember menyatakan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Untuk mengakomodasi tingginya mobilitas pelanggan, KAI Daop 9 Jember mengoperasikan 24 perjalanan kereta api setiap hari dengan total kapasitas 38.710 tempat duduk selama periode 13 hingga 17 Februari 2026.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat menggunakan kereta api di wilayah Daop 9 sangat tinggi. Hingga saat ini, tiket yang sudah terjual mencapai 40.460 tiket.
“Angka penjualan tiket terpantau melebihi kapasitas tempat duduk yang disediakan. Hal ini terjadi karena adanya penumpang parsial, yaitu penumpang yang naik dan turun di stasiun antara, sehingga satu tempat duduk dapat digunakan lebih dari satu penumpang secara bergantian,” jelas Cahyo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

KAI memperkirakan rata-rata volume penumpang harian selama periode libur panjang ini mencapai 11.215 orang. Puncak arus penumpang diprediksi terjadi pada Sabtu, 14 Februari serta 17 Februari 2026.
Sementara itu, tiket yang masih tersedia untuk periode libur Imlek di Daop 9 Jember tercatat sebanyak 7.255 tiket. Namun beberapa kereta favorit sudah habis terjual, di antaranya KA Sritanjung, KA Tawangalun, dan KA Probowangi.
“Bagi masyarakat yang belum memiliki tiket, masih ada kesempatan menggunakan kereta api lainnya seperti KA Pandalungan, KA Blambangan Ekspres, KA Ijen Ekspres, KA Logawa, KA Wijayakusuma, dan kereta lainnya. Kami sarankan calon penumpang untuk selalu memantau ketersediaan melalui aplikasi Access by KAI,” tambahnya.
Untuk kenyamanan bersama, KAI Daop 9 Jember juga mengimbau penumpang agar datang lebih awal ke stasiun minimal 30 menit sebelum keberangkatan, memperhatikan aturan bagasi maksimal 20 kilogram, serta tetap waspada menjaga barang pribadi.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik selama momen libur Imlek ini dengan memastikan seluruh aspek operasional, mulai dari kesiapan sarana, prasarana, hingga sumber daya manusia, dalam kondisi optimal,” pungkas Cahyo.






