PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Aksi kriminal jalanan kembali menghantui Kabupaten Probolinggo. Dalam rentang waktu hanya beberapa jam, dua orang diduga menjadi korban pembegalan di wilayah Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu (25/7/2026).
Kedua peristiwa itu terjadi di wilayah hukum Polsek Maron. Namun hingga Minggu (26/7/2026), belum ada laporan resmi yang masuk ke Polres Probolinggo maupun Polsek Maron dari para korban.
Insiden pertama diduga menimpa seorang perempuan yang identitasnya hingga kini belum diketahui. Peristiwa tersebut disebut terjadi sekitar pukul 01.55 WIB di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang perempuan mengenakan jaket oranye, kerudung merah, dan celana hitam dalam kondisi tergeletak di Puskesmas Maron. Video itu memicu kekhawatiran warga terkait dugaan aksi begal yang kembali marak di wilayah tersebut. Meski demikian, penyebab pasti korban mengalami luka masih menunggu hasil verifikasi kepolisian.
Beberapa jam kemudian, dugaan pembegalan kembali terjadi. Korbannya adalah Imam, warga Desa Satreyan, Kecamatan Maron, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang selep daging pentol di Pasar Maron.
Seperti biasa, Imam berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB untuk bekerja. Dalam perjalanan, ia diduga menjadi sasaran komplotan pelaku yang diperkirakan berjumlah enam orang. Sepeda motor Honda Scoopy milik korban dilaporkan berhasil dibawa kabur.
Meski mengalami kerugian akibat kehilangan sepeda motor, Imam disebut belum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Probolinggo, Ipda Widy Purwanto, membenarkan pihaknya telah menerima informasi yang beredar di tengah masyarakat mengenai dugaan dua aksi pembegalan tersebut.
“Adanya informasi pembegalan tersebut memang kami dengar. Namun sampai saat ini kami belum menerima laporan resmi dari korban,” kata Ipda Widy Purwanto, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, polisi saat ini masih melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar sembari menunggu adanya laporan dari korban.
“Petugas juga masih melakukan verifikasi untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut sambil menunggu laporan resmi dari korban. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan lagi jika sudah ada hasil atau kepastian kebenarannya,” imbuhnya.
Sementara itu, warga Desa Satreyan, Moh. Ma’ruf, mengaku mengetahui kabar tersebut dari informasi yang beredar melalui grup WhatsApp.
“Informasinya satu cowok dan satu cewek. Kalau yang cowok katanya sempat pingsan karena dipukul dari belakang. Tapi saya tidak tahu persis warga mana saja karena hanya lihat di grup WhatsApp saja,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih menyelidiki kebenaran informasi yang beredar. Karena belum ada laporan resmi dari korban, aparat belum dapat memastikan kronologi maupun motif di balik dugaan dua aksi pembegalan tersebut. (*)






