PROBOLINGGO – Hari kedelapan Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2026 menghadirkan pertunjukan bertema “Harmony of Heritage” dengan menampilkan kesenian etnis Tionghoa. Acara yang digelar di Stadion Bayuangga, Jumat malam (10/7/2026), berhasil menarik ribuan warga yang memadati lokasi untuk menyaksikan berbagai pertunjukan budaya.
Pagelaran yang berlangsung pukul 19.00 hingga 21.00 WIB ini merupakan hasil kolaborasi Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Probolinggo bersama Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga Probolinggo. Beragam pertunjukan ditampilkan, mulai dari tarian naga (liang-liong), barongsai, tarian tradisional Tionghoa, hingga atraksi lainnya yang mendapat sambutan meriah dari para penonton.
Sejumlah pejabat Pemerintah Kota Probolinggo juga hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar), Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUP), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan keberagaman di Kota Probolinggo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Semipro 2026 sekaligus Kepala Dispopar Kota Probolinggo, Muhammad Abas, mengatakan malam itu dikhususkan untuk menampilkan berbagai kesenian etnis Tionghoa, mulai dari tarian, peragaan busana, bela diri, hingga barongsai. Menurutnya, penampilan tersebut menjadi bukti kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam menyukseskan Semipro. Ia juga menyebut antusiasme masyarakat terus meningkat dari hari ke hari.
Abas menambahkan, setiap hari Semipro menyuguhkan tema yang berbeda. Selain pertunjukan seni budaya, kegiatan ini juga menghadirkan pameran produk ekonomi kreatif, UMKM, dan aneka kuliner yang menjadi daya tarik bagi masyarakat dan pengunjung.

Sementara itu, Ketua PSMTI Kota Probolinggo, Adi Susanto, mengatakan seluruh penampilan yang ditampilkan pada malam itu terlaksana berkat swadaya anggota PSMTI dan jemaat TITD Sumber Naga. Ia menjelaskan, setiap tahun PSMTI selalu berpartisipasi dalam Semipro dengan menampilkan berbagai pertunjukan, seperti barongsai dan tarian tradisional. Seluruh kegiatan tersebut didanai secara mandiri sebagai bentuk partisipasi untuk memeriahkan acara.
Adi juga menilai penampilan tahun ini lebih beragam dan lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, melalui pertunjukan tersebut PSMTI ingin memperkenalkan tradisi dan budaya Tionghoa kepada masyarakat agar semakin dikenal dan tetap terjaga dari generasi ke generasi.
Keikutsertaan etnis Tionghoa dalam Semipro 2026 menjadi wujud partisipasi mereka dalam mendukung kemajuan pariwisata dan pelestarian budaya di Kota Probolinggo. Pagelaran ini juga menunjukkan semangat kebersamaan dan keberagaman yang terus terjaga di Kota Probolinggo. (*)






