PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Persoalan keamanan makanan menjadi perhatian dalam pertemuan sekitar 150 relawan dapur SPPG di Probolinggo. Pesan tersebut disampaikan Pembina Yayasan Al Ansor Insani, H. Ansori, saat kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kantor yayasan, Jalan Mastrip, Kecamatan Kedopok, Jumat sore (4/9/2026).
Di hadapan para relawan dari wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo, H. Ansori meminta setiap dapur SPPG menjalankan tugas dengan penuh kehati-hatian. Kebersihan, kualitas bahan makanan, hingga proses pengolahan disebut harus menjadi perhatian agar program pemenuhan gizi tidak justru menimbulkan persoalan.
“Kita menjalankan amanah dari program pemerintah. Mudah-mudahan kegiatan kita selalu dibimbing dan tidak ada permasalahan, terutama dengan banyaknya kasus keracunan di beberapa dapur akhir-akhir ini. Mudah-mudahan tempat kita selalu dilindungi Allah SWT,” ujar H. Ansori.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan dapur SPPG bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan sesuai ketentuan. Terlebih, kerja sama pengelolaan program tersebut terikat kontrak tahunan dengan Badan Gizi Nasional dan menjalani pengawasan serta audit secara berkala.
Peringatan tersebut disampaikan bertepatan dengan kegiatan Maulid Nabi yang sekaligus dimanfaatkan yayasan sebagai momentum mempererat koordinasi dan memberikan pembinaan kepada para relawan mitra dapur SPPG.
Selain arahan terkait pelaksanaan program, kegiatan diisi tausiyah oleh Dr. H. Didik Heriadi, S.Ag, M.Pd. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah, pembagian uang saku, serta bantuan sembako berupa beras lima kilogram kepada relawan yang hadir.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Al Ansor Insani mendorong para relawan menjaga kekompakan sekaligus meningkatkan kedisiplinan dalam pengelolaan dapur, agar penyaluran makanan bergizi bagi anak-anak di Probolinggo dapat berlangsung aman dan lancar. (*)






