google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Disorot LSM LIRA, DPRD Probolinggo Sepakat Efisiensi Anggaran, Target di Bawah Rp80 Miliar

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Polemik anggaran DPRD Kabupaten Probolinggo tahun 2026 sebesar Rp83 miliar terus bergulir. Setelah menjadi sorotan LSM LIRA karena dinilai tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran yang digaungkan pemerintah, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra akhirnya buka suara.

Di hadapan publik, Oka mengakui besarnya anggaran DPRD telah memunculkan pertanyaan dan kritik dari masyarakat. Namun ia menegaskan nominal tersebut bukan muncul karena keinginan sepihak DPRD, melainkan hasil pembahasan bersama antara legislatif dan eksekutif dalam penyusunan APBD.

“Anggaran Rp83 miliar itu bukan ujug-ujug keinginan DPRD. Itu sudah melalui proses perencanaan dan pembahasan bersama pemerintah daerah sejak tahun 2025,” kata Oka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa angka tersebut terlihat melonjak dibanding anggaran DPRD tahun 2025 yang berada di kisaran Rp65 miliar.

Menurutnya, perbandingan itu tidak sepenuhnya tepat karena sejumlah kegiatan DPRD pada tahun sebelumnya masih tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setelah sejumlah pos kegiatan dikonsolidasikan, anggaran DPRD terlihat meningkat secara signifikan.

Namun di tengah kritik yang menguat, Oka menyatakan DPRD menerima masukan publik dan siap melakukan evaluasi.

Bahkan, ia menyebut seluruh fraksi telah sepakat mendorong efisiensi anggaran DPRD pada tahun 2027.

“Kalau tahun 2026 anggarannya Rp83 miliar, maka tahun 2027 harus di bawah Rp83 miliar. Bahkan kalau bisa di bawah Rp80 miliar,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi perhatian karena untuk pertama kalinya pimpinan DPRD secara terbuka menyampaikan target penurunan anggaran setelah besarnya belanja legislatif menjadi sorotan publik.

Oka juga menjelaskan bahwa hampir separuh dari total anggaran Rp83 miliar digunakan untuk belanja pegawai, meliputi gaji dan tunjangan anggota DPRD, ASN sekretariat dewan, serta tenaga outsourcing. Sisanya digunakan untuk kegiatan kedewanan seperti reses, kunjungan kerja, operasional kantor, utilitas, konsumsi rapat hingga kerja sama media.

Meski memberikan penjelasan, DPRD belum menyampaikan secara rinci pos-pos mana yang akan dipangkas untuk mewujudkan target efisiensi tersebut.

Menanggapi pernyataan Ketua DPRD, Bupati LSM LIRA Kabupaten Probolinggo Salamul Huda mengapresiasi adanya komitmen efisiensi dari lembaga legislatif. Namun ia menilai langkah tersebut seharusnya tidak menunggu APBD 2027.

“Kami bersyukur jika DPRD memang serius melakukan efisiensi anggaran. Tetapi harapan kami, penghematan tidak menunggu tahun 2027, melainkan bisa dilakukan saat Perubahan Anggaran (PAK) 2026,” ujarnya.

Menurut Salam, anggaran sebesar Rp83 miliar tetap layak dikaji ulang mengingat kondisi fiskal daerah dan masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi.

LSM LIRA menilai setiap rupiah yang dapat dihemat seharusnya dialihkan untuk program yang lebih menyentuh kepentingan publik, terutama pembangunan infrastruktur dasar.

“Kalau bisa diefisiensikan Rp10 miliar saja, sudah berapa kilometer jalan yang bisa dibangun untuk masyarakat. Itu yang harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Salam juga memastikan LSM LIRA akan terus mengawal penggunaan anggaran daerah, baik di lingkungan DPRD maupun OPD, agar belanja pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sebagai pembanding, ia menyebut anggaran DPRD Kabupaten Bondowoso tahun 2026 berada di kisaran Rp40 miliar dan direncanakan tetap pada angka yang sama untuk tahun 2027.

“Karena itu kami akan terus melakukan kajian dan pengawasan. Uang rakyat harus digunakan secara efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Sorotan terhadap anggaran DPRD Kabupaten Probolinggo kini tidak lagi berhenti pada besarnya angka Rp83 miliar, melainkan bergeser pada pertanyaan berikutnya: apakah komitmen efisiensi yang disampaikan pimpinan dewan benar-benar diwujudkan dalam perubahan anggaran tahun ini, atau baru sebatas janji untuk tahun 2027 mendatang. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo
Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun Bantah Terlibat Praktik Dugaan Penjualan Pita Cukai Rokok
Nama Anak dan Sanggar Terdampak Video Viral, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 15 September 2026 - 07:23 WIB

Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB