google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Di Tengah Kabut Bromo, Edelweis Menjadi Simbol Cinta yang Tak Pernah Layu

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Lokasi Kebun Bunga Edelwaise di Kak
ki Gunung Bromo

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com — Udara dingin menusuk kulit saat langit di kawasan Gunung Bromo perlahan berubah warna. Semburat jingga mulai muncul dari balik pegunungan, memecah gelap yang sejak dini hari menyelimuti lautan pasir. Satu per satu wisatawan berdiri mematung, mengarahkan kamera ke horizon timur, menikmati momen matahari terbit yang selama ini menjadi daya tarik utama Bromo.

Namun libur panjang atau long weekend kali ini, bukan hanya sunrise yang menjadi buruan wisatawan. Di balik panorama megah pegunungan Tengger, ada satu pesona lain yang diam-diam mencuri perhatian pengunjung: bunga edelweiss.

Bunga kecil berwarna putih kekuningan itu kini menjadi magnet baru wisatawan yang datang ke Bromo via Kabupaten Probolinggo. Bukan sekadar karena bentuknya yang indah, tetapi juga karena makna yang melekat di baliknya. Edelweiss dipercaya sebagai simbol cinta yang abadi, kesetiaan, dan hubungan yang tak mudah layu diterpa waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nuansa romantis begitu terasa di kawasan wisata Bromo selama libur panjang. Banyak pasangan muda terlihat menikmati suasana pegunungan sambil mengabadikan momen bersama. Sebagian memilih duduk menikmati kopi hangat di tengah hawa dingin, sementara lainnya berjalan menyusuri taman bunga edelweiss yang kini menjadi spot favorit wisatawan.

Kabut tipis yang turun perlahan membuat suasana terasa semakin syahdu. Bagi sebagian pengunjung, kehadiran bunga edelweiss seolah melengkapi romantisme alam Bromo.

“Penasaran dengan bunga edelweiss karena katanya melambangkan keabadian. Semoga hubungan kami juga bisa langgeng,” ujar Susi, wisatawan asal Jakarta yang datang bersama pasangannya, Indra, Sabtu (16/5/2026).

Bagi masyarakat Tengger, edelweiss bukan sekadar tanaman pegunungan biasa. Bunga yang kerap dijuluki “bunga abadi” itu memiliki keterkaitan dengan legenda Roro Anteng dan Joko Seger, pasangan leluhur Suku Tengger yang diyakini menjaga kawasan Gunung Bromo.

Kisah cinta keduanya telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat sekitar. Dari legenda itulah, edelweiss kemudian dipercaya menjadi lambang kesetiaan dan cinta yang tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Tak heran jika banyak pasangan sengaja datang ke Bromo untuk menikmati suasana romantis sambil melihat langsung bunga yang tumbuh di dataran tinggi tersebut.

Kini wisatawan juga semakin mudah menikmati pesona edelweiss tanpa harus mendaki jauh ke kawasan pegunungan. Di wilayah Cemoro Lawang, hadir taman edelweiss yang dikelola di area Apsara Cafe and Resto.

Tempat ini menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi wisatawan selama musim liburan. Hamparan bunga edelweiss yang tertata rapi berpadu dengan latar pegunungan membuat kawasan tersebut dipenuhi pengunjung yang ingin berfoto maupun sekadar menikmati suasana.

Namun taman ini tidak hanya menawarkan keindahan visual semata. Pengelola juga menghadirkan area konservasi sebagai bentuk upaya menjaga kelestarian bunga edelweiss yang selama ini dikenal sebagai tanaman khas pegunungan.

Di beberapa sudut taman, pengunjung dapat melihat langsung proses budidaya bunga edelweiss yang dilakukan agar tanaman tersebut tetap lestari dan tidak rusak akibat eksploitasi wisata.

Keberadaan taman itu juga menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan keluarga. Anak-anak dapat bermain di area terbuka, sementara orang tua menikmati kuliner dengan latar panorama pegunungan Tengger.

“Sekalian mengenang masa pacaran dulu. Sekarang ada tempat baru seperti taman Apsara ini, jadi bisa menikmati kuliner sambil melihat taman bunga edelweiss,” kata Nina, wisatawan asal Gresik yang datang bersama suaminya, Ilham.

Meningkatnya minat wisatawan terhadap taman edelweiss menjadi warna baru bagi pariwisata Bromo. Jika sebelumnya wisatawan hanya identik dengan perburuan sunrise dan lautan pasir, kini wisata berbasis suasana dan pengalaman emosional mulai diminati.

Bromo seolah tidak pernah kehilangan cara untuk membuat pengunjung jatuh hati. Di tengah dinginnya udara pegunungan, bunga edelweiss hadir membawa cerita tentang cinta, kenangan, dan harapan yang ingin terus dijaga agar tak pernah layu, seperti bunga abadi yang tumbuh di kaki gunung itu. (*)

Berita Terkait

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo
Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun Bantah Terlibat Praktik Dugaan Penjualan Pita Cukai Rokok
Nama Anak dan Sanggar Terdampak Video Viral, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 15 September 2026 - 07:23 WIB

Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB