google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Danrem Pimpin Rakor Evaluasi Dan Penutupan Posko Karhutla TNBTS

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan bersama sejumlah pihak dalam rapat kordinasi evaluasi dan penutupan Posko Karhutla TNBTS

Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan bersama sejumlah pihak dalam rapat kordinasi evaluasi dan penutupan Posko Karhutla TNBTS

Probolinggo, Suarabayuangga.com

Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan memimpin secara langsung kegiatan rapat kordinasi evaluasi dan penutupan Posko Karhutla TNBTS di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Dalam rapat yang dihadiri sejumlah para pemangku kepentingan tersebut Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan Karhutla TNBTS sehingga situasi saat ini dapat dikendalikan.

Sistem pemadaman yang dinilai paling efektif dalam penanganan Karhutla di wilayah dengan medan ekstrem adalah melalui Water Bombing, didukung dengan ketersediaan selang air berukuran panjang, fleksibel tanki air, serta sarana pendukung lainnya. “Perlu pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi aktivitas masyarakat maupun wisatawan yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” kata Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan menambahkan, perlu dilakukan pelatihan dan pembentukan relawan khususnya generasi muda dalam rangka mendukung penanganan awal kebakaran mengingat kondisi medan yang luas dan ekstrem. Perlu disusun dan ditetapkan SOP penanganan Karhutla sebagai pedoman bersama apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. “Sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat serta wisatawan perlu dilakukan secara masif, khususnya karena masih ditemukan wisatawan termasuk wisatawan asing yang mendatangi kawasan Gunung Bromo meskipun kawasan wisata masih ditutup akibat Karhutla,” ujarnya.

Danrem mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan uasan area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 1.121,66 Ha yang tersebar di wilayah Kab. Probolinggo, Lumajang, Pasuruan dan Malang. Penutupan Posko Karhutla bukan berarti tugas Satgas Karhutla selesai, namun seluruh langkah antisipatif dan SOP yang telah disusun agar tetap dilaksanakan serta dapat segera diaktifkan apabila terjadi kebakaran kembali.

Mengingat kondisi kemarau masih berlangsung, seluruh pihak agar tetap melaksanakan deteksi dini terhadap potensi kerawanan Karhutla. Mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga kawasan TNBTS dan tetap melanjutkan langkah-langkah antisipatif guna mencegah terjadinya Karhutla. “Dengan situasi yang telah terkendali, Posko Karhutla secara resmi dinyatakan ditutup dan seluruh personel dipersilakan melanjutkan tugas dan aktivitas masing-masing,”ungkapnya.

Lebih lanjut Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan menegaskan, rakor evaluasi dan penutupan posko Karhutla dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi terhadap seluruh rangkaian penanganan Karhutla TNBTS sekaligus memastikan kesiapsiagaan lintas sektoral pasca penutupan posko. Meskipun kondisi Karhutla saat ini telah terkendali dan Posko Karhutla ditutup, potensi terjadinya kebakaran masih perlu diantisipasi mengingat kondisi kemarau masih berlangsung serta karakteristik medan TNBTS yang luas dan ekstrem. Ancaman yang masih dihadapi meliputi munculnya kembali titik api/asap, aktivitas masyarakat maupun wisatawan yang berpotensi memicu kebakaran, keterbatasan Alkap pemadaman, serta sulitnya akses menuju lokasi apabila terjadi kebakaran di medan yang ekstrem.

 

Diperlukan penguatan koordinasi lintas sektoral, deteksi dini, pengawasan kawasan, pemasangan CCTV di titik rawan, pembentukan dan pelatihan relawan, serta penyusunan SOP terpadu sebagai langkah antisipatif menghadapi kemungkinan Karhutla susulan.  “Dengan ditutupnya Posko Karhutla diharapkan seluruh instansi terkait tetap melaksanakan pemantauan dan langkah pencegahan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, sehingga apabila kembali ditemukan titik api dapat segera dilakukan penanganan secara cepat, tepat dan terpadu,”jelasnya.(Erd/Reb)

Berita Terkait

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo
Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun Bantah Terlibat Praktik Dugaan Penjualan Pita Cukai Rokok
Nama Anak dan Sanggar Terdampak Video Viral, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 15 September 2026 - 07:23 WIB

Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB