PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Semangat berbagi di bulan Muharram diwujudkan Yayasan Al Anshor Insani dengan menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan kaum duafa. Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Dapur SPPG Tisnonegaran 003, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Sebanyak sekitar 50 anak yatim menerima santunan dalam kegiatan tersebut. Para penerima berasal dari wilayah Tisnonegaran dan sekitarnya, termasuk dari Kelurahan Kebonsari serta Kecamatan Kedopok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pimpinan sekaligus pengasuh Yayasan Al Anshor Insani, H. Anshori menjelaskan, kegiatan itu digelar sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di tengah vakumnya aktivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Momen bulan Muharram dipilih untuk lebih mendekatkan diri kepada lingkungan, khususnya anak-anak yatim dan kaum duafa.
Menurutnya, kegiatan berbagi merupakan pengingat bahwa rezeki yang dimiliki tidak sepenuhnya menjadi hak pribadi, melainkan terdapat bagian yang harus disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, terutama anak-anak yatim.
Ia mengatakan, santunan yang digelar kali ini merupakan langkah awal yang nantinya akan menjadi agenda rutin yayasan. Tidak hanya dilaksanakan pada bulan Muharram, kegiatan serupa juga direncanakan kembali pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW maupun selama bulan Ramadan.
“Harapannya kita bisa terus berbagi. Jadi bukan hanya kita yang menikmati, tetapi masyarakat di sekitar kita, terutama anak-anak yatim piatu, juga dapat merasakan manfaatnya. Mereka adalah harapan bangsa yang perlu kita dampingi,” ujarnya.
Selain memberikan santunan, Yayasan Al Anshor Insani juga tengah menyiapkan program sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk pendampingan jangka panjang agar anak-anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Al Anshor Insani berharap budaya berbagi dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim dan kaum duafa di Kota Probolinggo. (*)






