google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Api Karhutla Bromo Belum Padam, Satwa Liar dan Habitat Alami Ikut Terancam

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih terus menjadi ancaman serius. Sejak pertama kali muncul pada Senin (3/8/2026), kobaran api belum sepenuhnya berhasil dikendalikan dan terus membakar area padang savana yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Lumajang, hingga Malang.

Kebakaran yang melanda kawasan konservasi ini tidak hanya menyebabkan kerusakan pada tutupan vegetasi, tetapi juga mengancam keberlangsungan satwa liar yang menjadikan kawasan savana Bromo sebagai habitat alami.

Sejumlah satwa endemik diduga terdampak akibat kebakaran yang meluas. Bahkan, satwa yang masih dalam fase berkembang biak seperti anakan burung dan telur yang berada di sarang disebut turut menjadi korban karena tidak mampu menyelamatkan diri dari cepatnya pergerakan api.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Subur, warga Ranupane yang ikut terlibat dalam upaya pemadaman bersama sejumlah pihak, mengungkapkan bahwa dampak kebakaran tidak hanya terlihat dari luasnya lahan yang terbakar, tetapi juga dari hilangnya tempat hidup berbagai jenis satwa.

“Yang terbakar bukan hanya rumput atau pepohonan saja. Banyak burung kecil yang masih anakan belum bisa terbang, termasuk telur-telurnya, ikut terbakar. Kalau burung yang sudah dewasa mungkin masih bisa menyelamatkan diri karena dapat terbang menjauh,” kata Subur, Rabu (5/8/2026) sore.

Ia menyebut, kawasan padang savana dan Bukit Teletubbies merupakan salah satu habitat bagi berbagai jenis satwa endemik. Kebakaran yang berlangsung cukup lama berpotensi mengganggu rantai ekosistem apabila tidak segera dihentikan.

Subur menduga kondisi cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api. Musim kemarau yang membuat vegetasi mengering ditambah hembusan angin kencang menyebabkan api mudah menjalar ke area yang lebih luas.

“Rumput dan kayu-kayu yang kering sangat mudah terbakar. Gesekan antarbagian pohon yang kering juga bisa memunculkan percikan api,” ungkapnya.

Saat ini, upaya pemadaman masih dilakukan oleh tim gabungan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas TNBTS, TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga masyarakat sekitar. Namun, kondisi medan yang sulit serta perubahan arah angin menjadi kendala dalam proses pemadaman. (*)

Berita Terkait

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo
Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun Bantah Terlibat Praktik Dugaan Penjualan Pita Cukai Rokok
Nama Anak dan Sanggar Terdampak Video Viral, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 15 September 2026 - 07:23 WIB

Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB