PROBOLINGGO, Suarabayuangga.com
Bupati Probolinggo Mohammad Haris melihat langsung hasil kompetisi mural dalam rangka Probolinggo Anti Corruption Fest 2026, Bupati Haris mengaku terkesan dengan karya mural yang dihasilkan para peserta di dinding Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. Saat melihat langsung sejumlah karya mural, Bupati Haris menilai hasil kreativitas peserta sangat menarik. Orang nomor satu di jajaran Pemkab Probolinggo ini pun memberikan apresiasi terhadap antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti kompetisi tersebut. “Alhamdulillah hasilnya keren-keren banget, luar biasa. Pesertanya juga jauh-jauh, ada dari Jakarta, Jawa Tengah dan semuanya ada. Ini sangat kami apresiasi,” kata Bupati Haris.
Menurut Bupati Haris, karya mural tidak sekadar menghadirkan gambar pada dinding, tetapi juga mampu menyampaikan pesan kepada masyarakat melalui kekuatan visual. Setiap gambar yang dibuat peserta memiliki gagasan dan pesan yang dapat ditangkap oleh masyarakat yang melihatnya. “Yang sangat luar biasa dan sangat saya apresiasi adalah kekuatan gambar itu mungkin akan lebih keras dan lebih dalam daripada satu kata yang disampaikan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Haris menilai pesan yang dituangkan melalui mural dapat memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat. Bahkan untuk memahami secara utuh pesan yang ingin disampaikan masing-masing peserta, diperlukan waktu karena setiap karya memiliki cerita dan makna tersendiri. Gambarnya sangat luar biasa. Butuh hati yang bersih untuk bisa menceritakan masing-masing gambar. Mungkin butuh waktu beberapa hari, bahkan berbulan-bulan untuk memahami apa yang coba disampaikan oleh masing-masing peserta.
“Penghargaan kepada seluruh peserta yang telah menuangkan kreativitasnya dalam kompetisi mural tersebut, harapannya semangat berkarya yang ditunjukkan para peserta dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, saya mengapresiasi sekali kepada semua peserta. Semoga berkah dan mural ini akan kita teruskan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Bupati Haris juga menyebut mural dapat menjadi media untuk menyampaikan berbagai pesan sosial kepada masyarakat. Tidak hanya mengenai antikorupsi, tetapi juga dapat mengangkat isu perempuan, anak, kekerasan, kekerasan seksual hingga disabilitas. Kreativitas para peserta dalam menuangkan pesan melalui karya visual merupakan hal positif yang patut diapresiasi. “ Kehadiran peserta dari luar daerah juga menunjukkan bahwa kompetisi tersebut mampu menarik perhatian pegiat mural dari berbagai wilayah, mural ini menjadi satu pesan yang cukup dalam kepada masyarakat,” tuturnya.(Erd/Reb)






