PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Kota Probolinggo mulai memasang target lebih besar dalam pengembangan olahraga prestasi. Di balik kegiatan latihan bersama Pelatih Pengcab Tarung Derajat Jawa Timur Seri II 2026 Wilayah Tapal Kuda dan sekitarnya, terselip ambisi menjadikan daerah ini bukan sekadar peserta, tetapi juga tuan rumah dalam agenda olahraga tingkat provinsi.
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan rangkaian hari jadi Kota Probolinggo itu diposisikan sebagai langkah awal menuju target Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, sekaligus membuka peluang Probolinggo dipercaya menggelar kejuaraan yang lebih besar, termasuk Kejuaraan Provinsi (Kejurprov).
Ketua Umum Tarung Derajat, Aqilul Hasan, mengatakan, penunjukan Probolinggo sebagai tuan rumah kegiatan pembinaan pelatih menjadi momentum strategis untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam mengelola agenda olahraga berskala lebih luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini adalah kegiatan pertama kami sebagai tuan rumah di hari jadi Kota Probolinggo. Tentunya bukan sekadar kegiatan biasa, tetapi ada visi dan misi seperti Porprov 2027,” ujar Aqilul saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026) siang.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Pembinaan pelatih harus diarahkan untuk membangun fondasi prestasi sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap Probolinggo sebagai daerah yang layak menjadi tuan rumah kompetisi olahraga tingkat Jawa Timur.
Aqilul menyebut, kegiatan ini juga menjadi pintu awal untuk mengupayakan Probolinggo mendapat kesempatan menjadi tuan rumah agenda lebih besar, baik kejuaraan antardaerah kawasan Tapal Kuda maupun Kejurprov.
“Ini tentunya sebagai awal untuk berpeluang menjadi tuan rumah dalam agenda besar seperti kejuaraan Tapal Kuda ataupun Kejurprov,” tegasnya.
Sementara itu, Amak Fadoli, perwakilan Ketua Umum KONI Kota Probolinggo dari bidang pembinaan dan prestasi (Binpres), menekankan bahwa ambisi menuju Porprov 2027 harus dibangun melalui proses pembinaan yang terukur, bukan sekadar target di atas kertas.

Menyampaikan pesan Ketua Umum KONI yang berhalangan hadir, ia mengatakan, pencapaian prestasi dalam ajang besar membutuhkan tahapan panjang, mulai dari peningkatan kapasitas pelatih hingga penerapan standar pembinaan yang jelas.
“Setiap agenda besar seperti Porprov tidak serta-merta bisa diraih begitu saja. Ada tahapan yang harus dilalui. Tentunya yang pertama bagaimana pelatih sudah tersertifikasi dan mempunyai tolok ukur,” kata Amak Fadoli.
Ia menilai, pelatihan pelatih Tarung Derajat Jawa Timur Seri II 2026 menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan kualitas sumber daya manusia olahraga memiliki standar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebab, target Porprov 2027 tidak hanya bergantung pada kemampuan atlet saat bertanding, tetapi juga pada kualitas pelatih, sistem pembinaan, serta konsistensi organisasi dalam menyiapkan atlet secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ujian awal bagi Probolinggo: apakah mampu mengubah momentum menjadi tuan rumah kegiatan olahraga menjadi modal untuk mengincar panggung yang lebih besar di tingkat Jawa Timur.
Bila pembinaan berjalan konsisten dan dukungan lintas pihak semakin kuat, ambisi menjadi tuan rumah Kejurprov bukan lagi sekadar wacana, melainkan target yang mulai dibangun dari kegiatan-kegiatan strategis seperti ini. (*)






