google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Waspada! JPL 13 dan JPL 32 Probolinggo Ditutup Bertahap Mulai 20 Agustus

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember melakukan pembenahan pada dua perlintasan sebidang di wilayah Kabupaten Probolinggo. Perbaikan dilakukan di JPL No. 13 Jorongan–Leces dan JPL No. 32 Jalan Raya Malasan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan prasarana serta keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api.

Pekerjaan tersebut difokuskan pada pemulihan geometri jalan rel agar posisi dan kestabilan rel tetap terjaga. Langkah ini juga menjadi upaya pencegahan terhadap potensi gangguan yang dapat muncul akibat kondisi prasarana dan tingginya aktivitas kendaraan di sekitar perlintasan.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa pemeriksaan di JPL No. 13 menemukan sejumlah kondisi yang membutuhkan penanganan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di antaranya terdapat penurunan pada jalur rel, material halus yang menumpuk pada balas sehingga menghambat sistem drainase, serta permukaan aspal yang mengalami keretakan dan bergelombang. Kerusakan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh tekanan kendaraan berat dan getaran yang berlangsung secara terus-menerus.

“Perbaikan geometri ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keandalan infrastruktur. Kami ingin memastikan perjalanan kereta api tetap aman sekaligus memberikan kondisi perlintasan yang lebih nyaman dan selamat bagi masyarakat,” ujar Cahyo.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pekerjaan kali ini adalah penggunaan beton CLC di JPL No. 13.

Material tersebut digunakan sebagai bagian dari struktur perlintasan untuk menggantikan sejumlah metode konvensional yang dinilai lebih rentan mengalami kerusakan ketika menerima beban kendaraan berat maupun getaran dinamis.

Beton CLC menggunakan konsep modular atau knock-down. Dengan sistem tersebut, bagian konstruksi dapat dibongkar dan dipasang kembali berdasarkan segmen ketika dilakukan perawatan.

Konstruksi tersebut juga dirancang untuk menahan beban statis dan dinamis. Permukaan yang relatif rata dan stabil diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan kendaraan sekaligus mendukung keselamatan saat melintasi perlintasan.

Pekerjaan di JPL No. 13 meliputi penggantian rel R54 sepanjang 13 meter, pemasangan bantalan CLC, penambahan balas kricak sebanyak 21 meter kubik, pembenahan drainase, serta pekerjaan angkat-listring dan pemadatan.

“Beton CLC memberikan konstruksi yang lebih stabil sekaligus memiliki sistem modular yang memudahkan perawatan. Ini menjadi bagian dari upaya KAI meningkatkan keandalan perlintasan secara berkelanjutan,” jelas Cahyo.

Sementara itu, JPL No. 32 Jalan Raya Malasan juga mendapat penanganan berupa perbaikan geometri jalan rel.

Di lokasi ini, KAI melakukan pengerasan dan pembenahan permukaan menggunakan aspal serta mengganti rel R54. Pekerjaan dilakukan berdasarkan kondisi teknis perlintasan agar hasil perbaikan dapat mendukung kestabilan struktur jalan rel.

Setelah pekerjaan utama, dilakukan proses pemadatan dan penstabilan sebelum area perlintasan dikembalikan pada kondisi normal.

Cahyo menegaskan, metode penanganan setiap perlintasan disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi.

“Setiap perlintasan memiliki kondisi dan kebutuhan penanganan yang berbeda. Karena itu, metode perbaikannya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kebutuhan teknis di masing-masing lokasi. Prinsipnya sama, yaitu memastikan infrastruktur tetap andal dan keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api menjadi prioritas,” katanya.

Selama proses perbaikan, KAI akan memberlakukan pengaturan lalu lintas pada waktu tertentu. Masyarakat diminta memperhatikan jadwal penutupan agar dapat mengatur perjalanan.

Di JPL No. 13 Jorongan–Leces, pekerjaan berlangsung mulai 20 Agustus hingga 2 September 2026.

Pada 20–23 Agustus, lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup pada pukul 22.00–05.00 WIB. Selanjutnya, 24–25 Agustus, perlintasan ditutup total sekitar pukul 02.30–06.00 WIB.

Pada 26–27 Agustus, pekerjaan dilanjutkan dengan lalu lintas dibuka normal sesuai perkembangan pekerjaan. Kemudian pada 28 Agustus kembali diberlakukan penutupan total sekitar pukul 02.30–06.00 WIB.

Tahap akhir pada 29 Agustus–2 September meliputi pemadatan, penstabilan, dan penyelesaian pekerjaan.

Sedangkan JPL No. 32 Jalan Raya Malasan akan ditutup total pada 26 Agustus 2026 sekitar pukul 03.30–05.00 WIB. Tahapan pemadatan, penstabilan, dan penyelesaian pekerjaan dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus hingga 1 September 2026.

Penutupan dilakukan pada jam tertentu karena terdapat pekerjaan teknis yang mengharuskan seluruh badan perlintasan dikosongkan. Salah satunya berupa pengangkatan rel lama dan pemasangan rel R54 baru.

“Penutupan sementara merupakan bagian dari prosedur keselamatan pekerjaan. Kami memohon masyarakat memahami kebutuhan tersebut dan tidak menerobos area pekerjaan,” ujar Cahyo.

KAI Daop 9 Jember juga berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, serta pihak terkait untuk mengatur arus lalu lintas selama pekerjaan.

Bagi pengguna JPL No. 13, kendaraan roda dua dapat menggunakan jalur alternatif melalui JPL No. 14. Sementara kendaraan roda empat dan lebih diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui jalan tol maupun jalur non-tol sesuai kondisi dan pengaturan petugas di lapangan.

KAI mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya waktu tempuh. Pengendara juga diminta mematuhi rambu, mengikuti rekayasa lalu lintas, dan tidak menerobos barikade di lokasi pekerjaan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk bersabar, mengikuti arahan petugas, dan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan. Dukungan masyarakat sangat penting agar pekerjaan berjalan aman dan selesai sesuai target,” pungkas Cahyo. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo
Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun Bantah Terlibat Praktik Dugaan Penjualan Pita Cukai Rokok
Nama Anak dan Sanggar Terdampak Video Viral, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 15 September 2026 - 07:23 WIB

Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB