google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Karhutla Bromo Capai 889 Hektare, BNPB Berpacu Padamkan Api Sebelum 14 Agustus

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus menjadi tantangan besar. Hingga Selasa (11/8/2026), luas lahan yang terbakar telah mencapai 889 hektare, membentang di empat wilayah, yakni Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.

Di tengah luasnya area yang terbakar, upaya pemadaman justru menghadapi medan ekstrem. Sejumlah titik api berada di lereng dengan kemiringan mencapai 80 derajat, membuat pasukan darat nyaris tak mungkin menjangkaunya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam operasi pemadaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apinya ada di ketinggian, sudut kemiringannya mencapai 80 derajat. Jadi pasukan darat tidak bisa menjangkau sampai ke atas karena juga menyangkut keselamatan,” ujar Suharyanto, Selasa (11/8/2026).

Kondisi tersebut membuat operasi udara menjadi salah satu tumpuan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit didatangi dari darat. Namun, kemampuan pemadaman dari udara kini juga menghadapi keterbatasan.

Dari tiga helikopter water bombing yang sebelumnya dikerahkan, dua di antaranya telah digeser ke daerah lain yang juga tengah menghadapi kebakaran.

“Bombing itu kan ada tiga. Saat ini dua bombing sudah geser ke tempat lain, karena tempat lain juga membutuhkan pemadaman, kebakaran juga,” jelasnya.

Dengan demikian, penanganan karhutla Bromo kini harus dilakukan dengan sumber daya yang lebih terbatas, sementara luas area terdampak telah mendekati 900 hektare.

Tak hanya medan dan keterbatasan armada udara, persoalan sumber air juga menjadi kendala serius. Suharyanto menyebut hanya kawasan Ranupane yang saat ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengisian air untuk operasi water bombing.

“Sumber airnya tidak banyak, yang bisa diambil hanya di Ranupane saja,” katanya.

Di sisi lain, kondisi cuaca yang belum mendukung juga memperumit proses pemadaman. Pemerintah belum dapat langsung melakukan operasi modifikasi cuaca karena belum terdapat potensi awan yang cukup untuk direkayasa.

Harapan kini tertuju pada periode 14 hingga 18 Agustus 2026. Berdasarkan informasi BMKG, pada periode tersebut terdapat potensi pertumbuhan awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).

“Penjelasan dari BMKG ada potensi awan hujan nanti tanggal 14 sampai 18 Agustus. Saat itulah kami lakukan modifikasi cuaca agar pemadaman bisa lebih efektif,” ungkap Suharyanto.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, TNBTS, serta unsur terkait lainnya menargetkan penanganan karhutla dapat diselesaikan pada Jumat (14/8/2026).

Target tersebut menjadi penting mengingat kebakaran telah meluas ke empat wilayah. Dengan medan yang ekstrem, sumber air terbatas, cuaca yang belum bersahabat, serta dua helikopter water bombing yang harus dialihkan ke lokasi kebakaran lain, operasi pemadaman Bromo kini berpacu dengan waktu. (*)

Berita Terkait

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo
Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun Bantah Terlibat Praktik Dugaan Penjualan Pita Cukai Rokok
Nama Anak dan Sanggar Terdampak Video Viral, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 15 September 2026 - 07:23 WIB

Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB