google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Jelang Hari Raya Karo, Petani Tomat di Lereng Bromo Keluhkan Harga Panen yang Anjlok

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Menjelang perayaan Hari Raya Karo, suasana bahagia belum sepenuhnya dirasakan oleh sebagian petani di lereng Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Mereka mengeluhkan turunnya harga hasil panen, khususnya tomat, sementara biaya perawatan tanaman, obat-obatan, dan pupuk tetap tinggi.

Hari Raya Karo merupakan salah satu hari besar yang diperingati setiap tahun oleh masyarakat Suku Tengger. Namun, kondisi tahun ini berbeda karena harga hasil pertanian justru mengalami penurunan saat memasuki masa panen.

Salah seorang petani tomat asal Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Sukotjo, mengatakan harga tomat saat panen raya jauh dari harapan. Menurutnya, hasil penjualan tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan selama proses budidaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tahun ini kami para petani tomat di lereng Bromo hanya bisa gigit jari. Saat panen raya, harga tomat justru murah, padahal biaya perawatan tanaman cukup tinggi. Apalagi sekarang menjelang Hari Raya Karo. Seandainya harga tomat tetap stabil, kami masih bisa mendapatkan keuntungan,” ujarnya.

Selain biaya perawatan tanaman, petani juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar pekerja yang memanen tomat. Dalam setiap kali panen, dibutuhkan sekitar lima orang pekerja.

Sementara itu, Hartini berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada para petani. Menurutnya, dengan kondisi harga hasil panen saat ini, pendapatan yang diperoleh belum mampu memberikan keuntungan.

“Kami berharap ke depan pemerintah bisa lebih memperhatikan petani seperti kami. Dengan harga hasil panen sekarang, bisa kembali modal saja sudah cukup,” katanya. (*)

Berita Terkait

Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api
Satpas Polres Probolinggo Kota Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Wujudkan Pelayanan Prima bagi Penyandang Disabilitas
Cek Kesehatan Gratis Hadir di Ruang Kunjungan Lapas Probolinggo, Ini Sasarannya
Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:16 WIB

Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api

Kamis, 17 September 2026 - 19:09 WIB

Satpas Polres Probolinggo Kota Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Wujudkan Pelayanan Prima bagi Penyandang Disabilitas

Kamis, 17 September 2026 - 18:38 WIB

Cek Kesehatan Gratis Hadir di Ruang Kunjungan Lapas Probolinggo, Ini Sasarannya

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB