google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Hotel Bicara, Wisatawan Menentukan: Mengapa Jalur Malang Lebih Diminati ke Bromo?

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Matahari belum terbit ketika ratusan jip mulai bergerak menuju lautan pasir Gunung Bromo. Di balik ramainya kunjungan wisata ke salah satu destinasi unggulan Indonesia itu, tersimpan persaingan yang tak kasat mata. Bukan soal keindahan panorama, melainkan pintu masuk mana yang paling banyak dipilih wisatawan.

Laporan harian Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) pada Sabtu (18/7/2026) menunjukkan mayoritas wisatawan memasuki kawasan Bromo melalui pintu masuk Kabupaten Malang. Temuan ini memunculkan pertanyaan, mengapa Malang lebih diminati, padahal Probolinggo selama ini dikenal memiliki akses paling dekat menuju ikon wisata tersebut?

Bagi Diah, wisatawan asal Tuban, jawabannya sederhana. Ia bersama rombongannya sengaja memulai perjalanan dari Tumpang, Malang, bukan karena jalannya lebih mudah, tetapi karena pilihan hotel dinilai jauh lebih beragam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hotel di Malang lebih banyak dan lebih bagus. Kalau di Probolinggo menurut saya pilihannya masih sedikit, jadi kami memilih menginap di Malang,” ujarnya.

Pandangan serupa rupanya banyak ditemui pelaku usaha wisata. Malang dinilai memiliki ekosistem pariwisata yang lebih lengkap. Selain didukung banyak hotel, kawasan itu juga menawarkan berbagai destinasi wisata lain yang membuat wisatawan rela menghabiskan waktu lebih lama sebelum ataupun sesudah menikmati matahari terbit di Bromo.

Namun, kondisi tersebut bukan berarti Probolinggo kehilangan daya saing.

Pengusaha travel Bromo Day, Choirul Umam, justru menilai pintu masuk Probolinggo masih menjadi pilihan utama banyak biro perjalanan, terutama untuk paket wisata reguler maupun rombongan.

Menurutnya, keunggulan Probolinggo terletak pada akses jalan yang lebih landai sehingga lebih nyaman dilalui kendaraan wisata. Dari sisi biaya, jalur ini juga lebih efisien karena wisatawan dapat langsung menuju Bromo tanpa harus menginap.

“Kalau bicara akses menuju Bromo, Probolinggo lebih nyaman. Jalan lebih landai dan biaya perjalanan juga lebih hemat. Banyak travel besar tetap memilih transit melalui Probolinggo,” jelasnya.

Choirul mengakui Malang memang unggul dalam jumlah hotel dan destinasi penunjang. Namun, ia menilai persepsi bahwa Probolinggo minim akomodasi tidak sepenuhnya benar. Sejumlah hotel dengan kualitas baik juga tersedia, hanya saja jumlahnya belum sebanyak di Malang.

Sementara itu, Kasi Humas BB-TNBTS Hendra membenarkan bahwa berdasarkan laporan kunjungan harian terbaru, pintu masuk Malang menjadi jalur dengan jumlah wisatawan terbanyak.

“Untuk laporan harian tadi malam, kunjungan memang didominasi dari pintu masuk Malang,” katanya saat dikonfirmasi.

Fakta tersebut menjadi catatan penting bagi pengembangan pariwisata di Probolinggo. Selama ini daerah tersebut dikenal sebagai gerbang utama menuju Bromo. Namun, jika wisatawan lebih banyak memilih menginap dan memulai perjalanan dari Malang, maka perputaran ekonomi dari sektor perhotelan, kuliner, hingga jasa wisata berpotensi lebih banyak dinikmati daerah tetangga.

Di tengah terus meningkatnya kunjungan wisata ke Gunung Bromo, persaingan antarpintu masuk kini tak lagi hanya ditentukan oleh kualitas jalan. Kelengkapan amenitas, pilihan akomodasi, dan pengalaman wisata yang ditawarkan menjadi faktor yang semakin menentukan ke mana wisatawan akan berlabuh sebelum menyaksikan matahari terbit dari puncak Bromo. (*)

Berita Terkait

Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api
Satpas Polres Probolinggo Kota Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Wujudkan Pelayanan Prima bagi Penyandang Disabilitas
Cek Kesehatan Gratis Hadir di Ruang Kunjungan Lapas Probolinggo, Ini Sasarannya
Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:16 WIB

Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api

Kamis, 17 September 2026 - 19:09 WIB

Satpas Polres Probolinggo Kota Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Wujudkan Pelayanan Prima bagi Penyandang Disabilitas

Kamis, 17 September 2026 - 18:38 WIB

Cek Kesehatan Gratis Hadir di Ruang Kunjungan Lapas Probolinggo, Ini Sasarannya

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB