google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Okupansi Hotel di Kota Probolinggo Naik Jadi 20,50 Persen, Didominasi Perjalanan Dinas

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo mencatat kinerja sektor perhotelan mengalami perbaikan pada April 2026. Berdasarkan data resmi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel mencapai 20,50 persen atau naik 2,32 poin dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 18,18 persen.

Meski mengalami peningkatan, angka tersebut juga menunjukkan bahwa sekitar 79,50 persen kamar hotel di Kota Probolinggo masih belum terisi selama April. Artinya, hanya sekitar satu dari lima kamar yang berhasil disewakan.

Kepala BPS Kota Probolinggo, Joko Santoso, mengatakan kenaikan tingkat hunian pada April tidak terjadi di semua jenis hotel. Berdasarkan hasil pendataan BPS, peningkatan terutama terjadi pada hotel berbintang, sedangkan okupansi hotel nonbintang relatif tidak mengalami perubahan berarti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Joko, meningkatnya perjalanan dinas dari luar daerah menjadi salah satu penyebab utama naiknya tingkat hunian hotel. Baik instansi pemerintah maupun sektor swasta memberikan kontribusi terhadap peningkatan tersebut.

Momentum perjalanan dinas dari luar kota menjadi salah satu pendorong meningkatnya tingkat hunian hotel. Dampaknya lebih terasa pada hotel berbintang yang memang menjadi pilihan utama tamu perjalanan dinas,” ujar Joko, Rabu (1/7/2026) siang.

Data BPS mencatat, selama April 2026 jumlah malam kamar tersedia (MKTS) mencapai 26.190 kamar, sedangkan malam kamar terjual (MKTJ) sebanyak 5.370 kamar. Dibandingkan Maret 2026, jumlah kamar yang tersedia justru berkurang. Namun, jumlah kamar yang terjual meningkat dari 4.919 menjadi 5.370 malam kamar atau bertambah 451 malam kamar.

Berkurangnya jumlah kamar yang tersedia di tengah meningkatnya permintaan menjadi faktor yang mendorong naiknya tingkat okupansi. Dengan pasokan kamar yang lebih sedikit, persentase kamar yang terisi pun ikut meningkat.

Jika melihat perkembangannya selama satu tahun terakhir, tingkat hunian hotel di Kota Probolinggo mengalami naik turun. Pada April 2025, TPK tercatat sebesar 22,73 persen, kemudian meningkat hingga 24,94 persen pada Agustus 2025. Setelah itu, angkanya terus menurun hingga mencapai 17,35 persen pada Januari 2026. Memasuki Februari dan Maret, TPK naik menjadi 18,29 persen dan 18,18 persen, sebelum kembali meningkat menjadi 20,50 persen pada April 2026.

Meski demikian, capaian tersebut masih lebih rendah dibandingkan sebagian besar periode pada 2025. Kondisi ini menunjukkan sektor perhotelan di Kota Probolinggo masih berada dalam tahap pemulihan dan belum kembali ke tingkat okupansi yang lebih tinggi.

Di sisi lain, peningkatan jumlah tamu belum diikuti bertambahnya lama menginap. Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) pada April 2026 tetap berada di angka 1,00 hari untuk tamu domestik dan 1,01 hari untuk tamu asing. Angka tersebut juga hampir tidak mengalami perubahan selama satu tahun terakhir.

Stabilnya RLMT menunjukkan sebagian besar tamu yang datang ke Kota Probolinggo masih melakukan kunjungan singkat atau short stay, baik untuk keperluan pekerjaan, perjalanan dinas, maupun aktivitas bisnis yang tidak membutuhkan waktu menginap lebih dari satu malam.

BPS menilai kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata. Sebab, peningkatan okupansi yang lebih banyak ditopang oleh perjalanan dinas dinilai belum cukup untuk mendorong pertumbuhan sektor perhotelan secara berkelanjutan.

Karena itu, selain meningkatkan jumlah tamu, pemerintah juga perlu mendorong strategi yang dapat membuat pengunjung tinggal lebih lama. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penyelenggaraan agenda wisata, kegiatan berskala regional maupun nasional, penguatan sektor ekonomi kreatif, serta promosi destinasi wisata agar wisatawan terdorong menghabiskan lebih banyak waktu di Kota Probolinggo.

Joko Santoso juga menambahkan, pemerintah daerah perlu menyusun kebijakan yang mampu meningkatkan tingkat hunian secara lebih merata, tidak hanya di hotel berbintang, tetapi juga hotel nonbintang. Dengan demikian, manfaat pertumbuhan sektor perhotelan dapat dirasakan oleh seluruh pelaku usaha akomodasi di Kota Probolinggo.

Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan April 2026 menjadi awal perbaikan bagi sektor perhotelan di Kota Probolinggo. Hal itu terlihat dari naiknya tingkat okupansi sebesar 2,32 poin serta bertambahnya jumlah malam kamar yang terjual. Namun, TPK yang masih berada di angka 20,50 persen dan rata-rata lama menginap yang hanya satu hari menunjukkan bahwa pemulihan industri perhotelan masih membutuhkan dukungan dari sektor pariwisata serta penyelenggaraan berbagai kegiatan yang mampu menarik lebih banyak tamu untuk tinggal lebih lama. (*)

Berita Terkait

Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api
Satpas Polres Probolinggo Kota Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Wujudkan Pelayanan Prima bagi Penyandang Disabilitas
Cek Kesehatan Gratis Hadir di Ruang Kunjungan Lapas Probolinggo, Ini Sasarannya
Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:16 WIB

Insiden KA Ijen Ekspres dengan Mobil, KAI Daop 9 Jember Ingatkan Pentingnya Mendahulukan Kereta Api

Kamis, 17 September 2026 - 19:09 WIB

Satpas Polres Probolinggo Kota Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Wujudkan Pelayanan Prima bagi Penyandang Disabilitas

Kamis, 17 September 2026 - 18:38 WIB

Cek Kesehatan Gratis Hadir di Ruang Kunjungan Lapas Probolinggo, Ini Sasarannya

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB