PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Garis-garis putih penanda olah TKP masih membekas di ruas Tol Pasuruan–Probolinggo, Senin (25/5). Di lokasi inilah, akhir pekan lalu, perjalanan rombongan anggota DPR RI berubah menjadi tragedi berdarah yang merenggut dua nyawa muda.
Untuk mengungkap detik-detik maut tersebut, Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur bersama Satlantas Polres Probolinggo Kota kembali turun ke lokasi. Kali ini, polisi membawa Tim Traffic Accident Analysis (TAA) lengkap dengan teknologi 3D Scanner guna merekonstruksi tabrakan maut secara detail dan presisi.
Sedikitnya enam titik penting dipindai petugas, mulai dari laju awal Toyota Innova, titik benturan, hingga posisi akhir kendaraan yang ringsek usai menghantam truk di depannya. Demi kepentingan penyelidikan, arus lalu lintas arah barat sempat dihentikan sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana di lokasi olah TKP tampak serius. Sejumlah petugas memeriksa jejak benturan di aspal, mengukur jarak kendaraan, hingga memindai bodi Innova yang hancur parah di bagian depan akibat tabrakan keras.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP Septa Firmansyah mengatakan, olah TKP lanjutan dilakukan untuk memastikan penyebab utama kecelakaan yang menewaskan dua staf pendamping anggota DPR RI tersebut.
“Pada hari ini kami melanjutkan olah TKP yang sebelumnya telah dilakukan Satlantas Polres Probolinggo Kota dengan menurunkan Tim TAA. Tujuannya untuk mengetahui kecepatan kendaraan Innova saat kecelakaan terjadi,” ujar AKBP Septa Firmansyah.
Tak hanya lokasi kejadian, dua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga dipindai menggunakan teknologi tiga dimensi di kawasan Rest Area dan Exit Tol Tongas. Polisi berupaya menyusun ulang kronologi tabrakan secara ilmiah untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi beberapa detik sebelum maut datang.
Dari hasil analisa awal serta keterangan para saksi, dugaan sementara mengarah pada faktor human error. Sopir Toyota Innova diduga kehilangan konsentrasi karena mengantuk setelah kelelahan beraktivitas.
“Dari hasil analisa sementara di lapangan serta keterangan sejumlah saksi, kecelakaan diduga dipicu sopir Innova yang mengantuk akibat kelelahan setelah beraktivitas. Hasil olah TKP ini nantinya juga akan menjadi dasar dalam penetapan tersangka,” tambahnya.
Kecelakaan maut itu sendiri terjadi Sabtu sore (23/5) di wilayah Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Toyota Innova bernopol N 1297 NB yang membawa anggota DPR RI Muhammad Hilman Mufidi melaju menuju arah Surabaya sebelum tiba-tiba menghantam bagian belakang truk di depannya.
Mobil tersebut dikemudikan Mahrus Ali (36), warga Kecamatan Paiton. Di dalam kendaraan turut berada anggota DPR RI Muhammad Hilman Mufidi (25) bersama dua staf pendampingnya, Alex Anwaruh (25) dan Adinda Najwa (26), warga Tangerang.
Benturan keras membuat bagian depan kendaraan remuk tak berbentuk. Dua staf pendamping, Alex Anwaruh dan Adinda Najwa, meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Muhammad Hilman Mufidi dan sopir kendaraan mengalami luka-luka dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Kini, jejak digital hasil pemindaian 3D dan analisa Tim TAA menjadi penentu arah penyidikan. Polisi memastikan seluruh fakta di lapangan akan dikupas untuk mengungkap siapa yang harus bertanggung jawab atas tragedi maut di Tol Paspro tersebut. (*)






