google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Motor Hilang Saat Istirahat, Warga Banyuwangi Keluhkan Sikap Petugas di Kota Probolinggo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Derita yang dialami Reva Selina, warga Banyuwangi, tak berhenti saat sepeda motor milik keluarganya raib digondol pencuri. Kekecewaan justru memuncak ketika laporan yang mereka sampaikan ke pihak kepolisian diduga tidak ditangani secara serius.

Peristiwa pencurian itu terjadi pada Rabu dini hari (1/4/2026) di Jalan Prof. Hamka, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, saat korban tengah beristirahat dalam perjalanan. Namun, alih-alih mendapat respons cepat, keluarga korban mengaku justru dihadapkan pada sikap petugas yang dinilai meremehkan.

Saat dikonfirmasi Jumat siang (3/4/2026), Reva mengungkapkan, kakaknya datang melapor ke Mapolsek Wonoasih dalam kondisi terpukul—menangis, gugup, dan kebingungan. Namun respons yang diterima jauh dari harapan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bukannya ditenangkan atau dibantu, malah terkesan santai. Bahkan sempat bercanda,” ujarnya.

Ia menirukan ucapan yang diduga dilontarkan oknum petugas, “Ngopi-ngopi sek ae, opo piye mas, opo karakoean mas penak.” Kalimat tersebut, menurut Reva, terasa menohok dan memperlihatkan minimnya empati terhadap korban kejahatan.

“Di posisi kami yang panik dan kehilangan, itu sangat menyakitkan. Seolah masalah ini tidak penting,” tegasnya.

Tak hanya itu, Reva juga menyoroti tidak adanya kejelasan penanganan kasus. Setiap kali menanyakan perkembangan, jawaban yang diterima hanya singkat dan normatif tanpa kepastian.

“Cuma dijawab ‘iya mas, iya mas’. Tidak ada penjelasan langkah apa yang dilakukan. Jelas kami kecewa,” katanya.

Upaya mencari bantuan melalui pihak kelurahan pun disebut tak membuahkan hasil maksimal. Reva mengaku sempat dihubungi, namun komunikasi berjalan satu arah dan tidak solutif.

Lebih memprihatinkan lagi, korban disebut sempat terlantar usai melapor. Kakaknya bersama pasangan harus kebingungan di pinggir jalan tanpa bantuan berarti.

“Mereka hanya diam di pinggir jalan, bingung. Tidak ada inisiatif membantu. Sampai akhirnya bertahan di pedagang es tebu seharian,” ungkapnya dengan nada geram.

Soal fasilitas kepulangan, Reva juga mempertanyakan kepedulian aparat. Ia menyebut tidak ada tawaran bantuan transportasi. Kakaknya baru diantar ke terminal sekitar pukul 22.00 WIB—itu pun setelah meminta sendiri.

“Itu bukan inisiatif petugas. Harusnya ada empati minimal untuk korban,” ujarnya.

Kekecewaan semakin bertambah ketika permintaan untuk melihat rekaman CCTV di lokasi kejadian sempat ditolak oleh warga sekitar. Alasannya, korban disebut sebagai pendatang.

“Padahal itu penting untuk mengidentifikasi pelaku. Tapi justru dipersulit,” katanya.

Kasus ini menyoroti pentingnya profesionalitas dan empati aparat dalam menangani laporan masyarakat, terlebih bagi korban kejahatan yang berada dalam kondisi rentan.

Reva berharap, selain pelaku segera ditangkap, ada evaluasi serius terhadap pelayanan yang diberikan.

“Kami hanya ingin keadilan. Dan semoga tidak ada lagi korban yang diperlakukan seperti ini,” pungkasnya. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo
Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun Bantah Terlibat Praktik Dugaan Penjualan Pita Cukai Rokok
Nama Anak dan Sanggar Terdampak Video Viral, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 15 September 2026 - 07:23 WIB

Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB