google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Sewa Lapak Rp1 Juta, PKL Probolinggo Keluhkan Bazar Ramadan di GOR A. Yani

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Bazar Ramadan di Gor A.Yani Kota Probolinggo

Kondisi Bazar Ramadan di Gor A.Yani Kota Probolinggo

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Beberapa Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Probolinggo mengaku keberatan dengan biaya sewa lapak pada Bazar Ramadan yang digelar di GOR A. Yani, Jalan dr. Soetomo, Kelurahan Tisnonegaran.

 

Mereka menyebut biaya sewa satu lapak mencapai Rp1 juta untuk 22 hari pelaksanaan. Dengan biaya tersebut, pedagang mendapat tenda ukuran 3 x 3 meter lengkap dengan fasilitas listrik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi Bazar Ramadan di Gor A.Yani Kota Probolinggo

Keluhan para pedagang muncul karena kondisi ekonomi dinilai belum stabil. Selain itu, cuaca ekstrem yang sering terjadi akhir-akhir ini juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para penjual.

 

Menanggapi hal itu, Ketua Paguyuban PKL Kota Probolinggo, Munadi, saat dikonfirmasi pada Senin (23/2/2025) siang, menjelaskan bahwa bazar tersebut tidak diselenggarakan melalui paguyuban yang ia pimpin.

 

“Terkait bazar Ramadan di GOR A. Yani itu, monggo sampean hubungi EO-nya,” ujar Munadi.

 

Saat ditanya apakah penyelenggaraan dan penarikan biaya sewa dilakukan lewat paguyuban, ia menegaskan tidak.

 

“Mboten,” katanya singkat.

 

Munadi juga menilai biaya sewa yang ditetapkan cukup tinggi jika melihat situasi saat ini.

 

“Dengan ekonomi seperti sekarang dan cuaca yang ekstrem juga, dari pengalaman sebelumnya bazar Ramadan itu tidak pernah ada pendaftaran berbayar. Semua gratis dari DKUPP. Itupun tidak pernah sukses, bahkan areanya dulu di alun-alun. Apalagi sekarang Cuma di GOR,” ungkapnya.

 

Pernyataan tersebut membuat para pedagang mempertanyakan dasar penentuan tarif serta perkiraan jumlah pengunjung selama 22 hari bazar berlangsung.

 

Sejumlah PKL berharap ada evaluasi terkait besarnya biaya sewa. Mereka khawatir jumlah pembeli sepi dan cuaca buruk bisa berdampak pada pendapatan selama bulan Ramadan.

 

Penulis: Rafel

Editor: Us

Berita Terkait

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo
Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun Bantah Terlibat Praktik Dugaan Penjualan Pita Cukai Rokok
Nama Anak dan Sanggar Terdampak Video Viral, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 15 September 2026 - 07:23 WIB

Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB