google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Warga Ketapang Geram: Pemkot Probolinggo Dinilai “Mbulet” Tangani Dugaan Prostitusi di Homestay Hadi’s

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Kesabaran warga Kelurahan Ketapang tampaknya mulai habis menghadapi ketidaktegasan Pemerintah Kota Probolinggo dalam menangani dugaan prostitusi terselubung di Homestay Hadi’s. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Probolinggo, Senin (19/1/2026), perwakilan warga pelapor, Prasetyo Bima, meluapkan kekecewaannya karena melihat birokrasi yang terkesan berbelit-belit padahal bukti pelanggaran sudah terpampang nyata. “Lah kok sek mbulet wae. Padahal Satpol PP sendiri yang sudah memergoki pasangan bukan suami-istri di sana. Bukti apalagi yang kalian cari? cetusnya di depan para pejabat.

Bagi warga, masalah ini bukan hal baru. Mereka menagih janji ketegasan pemerintah yang sudah tertuang dalam kesepakatan belasan tahun silam. Bima menegaskan bahwa warga memiliki bukti kuat dan meminta hak mereka untuk hidup tenang segera dipenuhi. Pakai saja kesepakatan tahun 2012. Disana ‘kan sudah menyatakan izin akan dicabut jika terjadi pelanggaran. Tolong dengarkan aspirasi kami, karena jenengan semua adalah wakil rakyat. Dokumentasi kami lengkap membuktikan mereka bukan pasangan sah. Jadi, masih tunggu apa lagi?” tuntutnya dengan nada mendesak.

Rapat Dengar Pendapat oleh Komisi I DPRD Kota Probolinggo Soal Dugaan Prostitusi di Homestay Hadi’s

Rapat yang dihadiri oleh Satpol PP, Dispopar, DPMPTSP, warga pelapor, hingga pemilik homestay itu semakin memanas. Kekecewaan warga semakin menjadi saat para kepala dinas justru terkesan saling lempar tanggung jawab administratif. Kepala Satpol PP Fathur Rozi berdalih masih perlu mendalami keluhan warga, Nanti setelah bukti-bukti sudah terkumpul, hasilnya akan kita serahkan ke Dispopar,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Diah Sajekti justru mengaku masih menunggu laporan dari Satpol PP sebelum bertindak. Memang benar kami sudah berkoordinasi di rapat sebelumnya. Kami menunggu laporan resmi agar bisa menentukan jenis sanksi yang tepat bagi penginapan tersebut, kata Diah.

Di tengah desakan warga, pihak penginapan melalui Syafiuddin justru membela diri dengan alasan privasi tamu dan menantang bukti adanya perbuatan asusila. Kita harus lihat dulu, adakah regulasi yang mewajibkan pengelola menanyakan status pernikahan tamu secara detail? Jika warga menuding mereka bukan suami-istri, apakah ada bukti konkret kalau mereka melakukan tindakan asusila atau praktik prostitusi di sana,” kilahnya.

Ia bahkan membandingkan prosedurnya dengan hotel besar, Jika kami menanyakan apakah tamu adalah pasangan sah menurut saya sudah melanggar ranah pribadi. Saya yakin tidak ada satu pun hotel, termasuk yang kelas bintang sekalipun, yang menerapkan aturan seketat itu.

Melihat situasi yang tidak kunjung memberikan solusi instan bagi warga, Sibro Malisi dari Komisi I DPRD menyentil kelambanan Pemkot. “Saya kira sudah ada tindakan nyata agar masalah ini tidak berlarut-larut. Ketidakpastian ini merugikan warga sekaligus pemilik usaha. Satpol PP harus memberi kejelasan kapan mulai bertindak. kritiknya.

Sebagai jalan tengah atas tuntutan warga, Dispopar yang diwakili Muhammad Abbas meminta waktu tambahan untuk mengkaji pelanggaran pemilik. Dalam rapat kemarin, fakta mengenai adanya pasangan tidak sah memang ditemukan. Sekarang giliran Satpol PP yang mendalami apakah pemilik sengaja menyediakan tempat bagi mereka. Hasilnya akan menjadi dasar bagi kami untuk mengeluarkan rekomendasi,” jelas Abbas.

Ia menambahkan bahwa proses ini memakan waktu. Karena kami memerlukan waktu untuk melakukan pemeriksaan secara mendalam,” ujarnya.

Sebagai langkah darurat guna meredam konflik di lapangan, Satpol PP akhirnya memutuskan untuk melakukan pengawasan fisik secara langsung. Tapi, kami bakal menempatkan dua orang personel guna mengawasi Homestay Hadi’s sembari menunggu adanya keputusan hukum yang tetap, tutup Fathur Rozi.

 

Penulis: Uswah

Editor: Us

Berita Terkait

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit
Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural
DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif
Ambisi Besar Tarung Derajat Kota Probolinggo: Dari Pembinaan Pelatih Menuju Tuan Rumah Kejurprov
Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah
Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo
Anggota DPR RI Mukhamad Misbakhun Bantah Terlibat Praktik Dugaan Penjualan Pita Cukai Rokok
Nama Anak dan Sanggar Terdampak Video Viral, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 15 September 2026 - 07:23 WIB

Sampaikan Pesan Sosial, Bupati Haris Apresiasi Karya Peserta Kompetisi Mural

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

DPRD Kota Probolinggo Gelar Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Terhadap 3 Raperda Eksekutif

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIB

Pawai Budaya Hari Jadi Ke 667 Kota Probolinggo Perkuat Identitas Dan Kebanggaan Budaya Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 10:59 WIB

Perkuat Sinergitas Dan Pelayanan Publik, Pemkot Probolinggo Hibahkan Tanah Ke Kantor Pertanahan Kota Probolinggo

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB