PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Komisi II DPRD Kota Probolinggo menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Direksi dan Komisaris Perseroda PT Bahari Tanjung Tembaga (BTT), Senin (2/2/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Komisi II tersebut membahas pemaparan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PT BTT untuk tahun 2026.
Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Ryadlus Sholihin Firdaus, menekankan agar rencana yang disusun tidak hanya menjadi dokumen semata, tetapi benar-benar dijalankan secara efektif dan efisien. Ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru terletak pada pelaksanaan program di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya berharap perencanaan ini benar-benar bisa terlaksana dengan prinsip efisiensi yang nyata. Jangan sampai apa yang disampaikan di sini hanya sebatas kata-kata,” tegas Ryadlus.
Sementara itu, Direktur Utama PT BTT, Noviyadi, menjelaskan bahwa fokus perusahaan pada tahun 2026 diarahkan pada penyediaan jasa transportasi, logistik, serta utilitas pelabuhan. Salah satu prioritas utama adalah menjalankan operasional penyewaan truk di kawasan pelabuhan sekaligus melakukan pembenahan sistem administrasi perusahaan.
Terkait rekrutmen sumber daya manusia, Noviyadi menegaskan bahwa perusahaan akan menerapkan tata kelola yang bersih atau Good Corporate Governance dan menolak adanya intervensi yang tidak sesuai kebutuhan.
“Kami tidak ingin mengambil risiko karena arahan Dewan sudah jelas, perusahaan tidak boleh rugi. Kalau ada titipan, tetap harus sesuai kebutuhan. Misalnya butuh sopir, ya harus yang punya SIM B1 atau B2 Umum,” ujarnya.
Berdasarkan dokumen RKAP 2026, PT BTT mengelola alokasi investasi daerah sebesar Rp7 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk pembelian truk sebesar Rp4 miliar, pengadaan peralatan kantor Rp215 juta, biaya pra-operasional Rp580,5 juta, serta kas perusahaan Rp2,204 miliar.
Manajemen PT BTT menargetkan laba bersih sebesar 8,54 persen dari total pendapatan. Target tersebut akan dicapai melalui pengawasan ketat biaya operasional di sektor transportasi, produksi es, serta suplai air bersih, sehingga perusahaan dapat memberikan kontribusi maksimal bagi Pendapatan Asli Daerah Kota Probolinggo.
Penulis: Uswh
Editor: Us






