google.com, pub-8538472729161827, DIRECT, f08c47fec0942fa0

 

Mampukah Presiden Prabowo Membongkar Kasus di Balik Bencana Sumatera–Aceh Ini???

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

suarabayuangga.com – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak bisa lagi dipahami semata sebagai musibah alam. Intensitas curah hujan yang tinggi memang faktor pemicu, namun kerusakan lingkungan—khususnya hutan dan daerah aliran sungai—patut diduga sebagai faktor pengganda yang memperparah dampak bencana.

 

Di titik inilah publik menanti kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pertanyaannya bukan sekadar apakah negara hadir, tetapi mampukah negara membongkar kejahatan di balik bencana ekologis ini hingga ke akar-akarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Penegakan Hukum: Jangan Berhenti di Permukaan

 

Aparat Penegak Hukum (APH) harus berani bertindak tegas, profesional, dan independen. Penyelidikan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus menjangkau aktor intelektual, pemodal, korporasi, hingga oknum pejabat yang diduga terlibat atau lalai dalam pengawasan.

 

Jika benar terjadi pembalakan liar, penyalahgunaan izin, atau pembiaran sistemik, maka perbuatan tersebut berpotensi melanggar UU Kehutanan dan UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penegakan hukum wajib dilakukan secara transparan dan akuntabel, agar publik percaya bahwa hukum tidak tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

 

Presiden Prabowo diuji: apakah penegakan hukum lingkungan akan menjadi simbol keberanian politik, atau kembali menjadi rutinitas tanpa ujung.

 

Penyelamatan Korban: Negara Harus Hadir Penuh

 

Di atas segala perdebatan hukum, ada fakta paling mendesak: rakyat menjadi korban. Negara wajib memastikan tindakan penyelamatan dilakukan secara masif, terkoordinasi, dan sistematis—mulai dari evakuasi, layanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pemulihan psikososial.

 

Penanganan korban tidak boleh bersifat seremonial atau reaktif. Pemerintah pusat dan daerah harus bergerak dalam satu komando, dengan pendekatan kemanusiaan yang adil dan berkelanjutan.

 

Pencegahan: Jangan Biarkan Sejarah Terulang

 

Lebih jauh, bencana ini harus menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk bertindak preventif. Audit menyeluruh terhadap izin kehutanan, evaluasi tata ruang, pemulihan ekosistem hulu, serta pengetatan pengawasan harus dilakukan secara serius.

 

Jika negara gagal belajar dari bencana, maka tragedi serupa hanya tinggal menunggu waktu. Pencegahan bukan pilihan, melainkan kewajiban konstitusional negara untuk melindungi rakyat dan lingkungan hidup.

 

Ujian Kepemimpinan

 

Bencana Sumatera–Aceh adalah ujian kepemimpinan nasional. Presiden Prabowo memiliki momentum untuk membuktikan bahwa negara tidak tunduk pada kepentingan perusak lingkungan, dan bahwa keselamatan rakyat berada di atas segalanya.

 

Publik menunggu jawaban, bukan sekadar janji.

Apakah negara berani membongkar kejahatan di balik bencana, atau membiarkannya tenggelam bersama lumpur dan air bah?

 

Penulis:

Bambang Ashraf

Aktivis Pegiat Antikorupsi Jawa Timur

Berita Terkait

Ditpolairud Polda Jatim Kerahkan 4 Kapal Sisir Perairan Sumenep dan Masalembu Cari Korban KM Virgo Transport 8
Kepala BNNP Aceh Bekali 635 Mahasiswa Baru UNMUHA, Waspadai Modus Narkoba melalui Liquid Vape
Rapat Satgas PRR dan Pemprov Aceh: Pengelolaan Anggaran Pascabencana Rp25,65 T Jadi Sorotan
KOMITE PEMERSATU SUKU DAN ETNIS NUSANTARA GELAR PERAYAAN HUT RI KE-81 DAN PELANTIKAN PENGURUS MASA BAKTI 2026–2031
Pengurus PJS Kota Probolinggo Ikuti Munas III di Jakarta, Dukung Penguatan Kompetensi Wartawan Siber
MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) DPD Jawa Timur Sampaikan Ucapan Selamat Hari Bhayangkara ke-80, Apresiasi Dedikasi Polri Dalam Melayani Negeri
Dialog Publik Pancasila di Probolinggo Sempat Diisukan Dibubarkan, Kritik Terhadap Pemerintah Mengemuka
Dialog Publik ” Pancasila Menjaga Arah Indonesia “,  Muh Rayhan Menuai Sorotan Positif Publik
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:19 WIB

Ditpolairud Polda Jatim Kerahkan 4 Kapal Sisir Perairan Sumenep dan Masalembu Cari Korban KM Virgo Transport 8

Kamis, 10 September 2026 - 12:51 WIB

Kepala BNNP Aceh Bekali 635 Mahasiswa Baru UNMUHA, Waspadai Modus Narkoba melalui Liquid Vape

Rabu, 9 September 2026 - 14:29 WIB

Rapat Satgas PRR dan Pemprov Aceh: Pengelolaan Anggaran Pascabencana Rp25,65 T Jadi Sorotan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:31 WIB

KOMITE PEMERSATU SUKU DAN ETNIS NUSANTARA GELAR PERAYAAN HUT RI KE-81 DAN PELANTIKAN PENGURUS MASA BAKTI 2026–2031

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:30 WIB

Pengurus PJS Kota Probolinggo Ikuti Munas III di Jakarta, Dukung Penguatan Kompetensi Wartawan Siber

Berita Terbaru

Bupati Haris saat melakukan kunjungan ke RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menindaklanjuti viralnya kasus pelayanan rumah sakit.

Probolinggo

Bupati Probolingo Minta Audit Menyeluruh Pelayanan Rumah Sakit

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:00 WIB