Langka Usai Lebaran, LPG 3 Kg di Kota Probolinggo Sulit Didapat, Harga Ikut Melonjak

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Pasca Hari Raya Idulfitri, warga Kota Probolinggo mulai mengeluhkan kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram. Memasuki hari kelima Lebaran, tabung gas melon tersebut dilaporkan semakin sulit ditemukan di sejumlah wilayah.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh warga, salah satunya Lia Eko, warga Jalan Mastrip, Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok. Ia mengaku harus berkeliling ke sejumlah toko untuk mendapatkan LPG 3 Kg.

“Sudah susah sekali mencarinya. Kemarin saya dapat dengan harga Rp22 ribu per tabung, itu pun harus keliling dulu,” ujarnya saat ditemui, Rabu (25/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Lia, sejumlah toko kelontong dan toko Madura di sekitar tempat tinggalnya kehabisan stok. Ia bahkan harus mencari hingga ke wilayah lain demi mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

“Saya akhirnya dapat di wilayah Jrebeng Kulon, tapi ya dengan harga segitu. Padahal sebelumnya sempat diberitakan ada tambahan pasokan sampai 84 ribu tabung, tapi kenyataannya kami masih kesulitan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kelangkaan mulai dirasakan sejak Selasa (24/3/2026), saat dirinya pertama kali kesulitan mendapatkan LPG.

“Kalau langka saya ndak tahu sejak kapan, yang jelas kemarin mulai saya mau beli itu sudah susah. Mau beli saja harus muter-muter, itu pun belum tentu dapat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo, Slamet Suwantoro, merespons keluhan tersebut. Saat dikonfirmasi, pihaknya mengaku akan segera menindaklanjuti laporan warga.

“Terima kasih masukannya, besok akan saya sampaikan ke Satgas,” ujarnya singkat.

Kelangkaan LPG 3 Kg ini pun memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang sangat bergantung pada gas bersubsidi tersebut. Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan pengecekan lapangan serta memastikan distribusi berjalan normal agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Brutal! Guru Ngaji di Kota Probolinggo Banting Murid Gara-gara Lecet di Mobil
Bromo Dipadati Wisatawan, Polisi Pastikan Situasi Tetap Aman dan Terkendali
Libur Lebaran, Kunjungan Wisata Bromo Stabil: Lonjakan Tak Signifikan, Tapi Tetap Ramai
Libur Panjang Idul Fitri, Kapolres Probolinggo Kota Pantau Tempat Wisata
Distribusi Air Tersendat saat Lebaran, Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo Lakukan Evaluasi Tekanan
Apresiasi Langkah Pemkab Probolinggo, Ketua DPD Gelora; Pencairan THR Guru Ngaji Bukti Kepedulian Nyata
Tunjangan Guru Ngaji Cair, PDI Perjuangan Apresiasi Pemkab Probolinggo dan Kesra
Bromo Ditutup Saat Nyepi! Ini Jadwal dan Aturan untuk Wisatawan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:26 WIB

Langka Usai Lebaran, LPG 3 Kg di Kota Probolinggo Sulit Didapat, Harga Ikut Melonjak

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:23 WIB

Brutal! Guru Ngaji di Kota Probolinggo Banting Murid Gara-gara Lecet di Mobil

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:52 WIB

Bromo Dipadati Wisatawan, Polisi Pastikan Situasi Tetap Aman dan Terkendali

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:52 WIB

Libur Lebaran, Kunjungan Wisata Bromo Stabil: Lonjakan Tak Signifikan, Tapi Tetap Ramai

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:13 WIB

Libur Panjang Idul Fitri, Kapolres Probolinggo Kota Pantau Tempat Wisata

Berita Terbaru