PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Wali Kota LIRA Kota Probolinggo, Louis Hariona, menyoroti polemik perekrutan relawan dalam program makanan bergizi gratis yang saat ini berjalan di Kota Probolinggo. Ia menegaskan, program pemerintah tersebut seharusnya tidak hanya fokus pada penyediaan makanan, tetapi juga berdampak pada pemberdayaan masyarakat sekitar.
Menurut Louis, ada aspek penting yang selama ini luput dari perhatian, yakni penyerapan tenaga kerja lokal di sekitar lokasi dapur.
“Kita tahu ini program pemerintah yang berjalan di seluruh Indonesia. Tapi selain menu yang disiapkan, ada hal penting yang sering dilupakan, yaitu bagaimana memberdayakan atau merekrut relawan dari lingkungan sekitar,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengaku menerima informasi bahwa ada dapur program makanan gratis di Kota Probolinggo yang justru merekrut tenaga kerja dari luar kota. Jika benar, hal itu dinilai tidak sesuai dengan pola yang diatur pemerintah.
“Kalau dapurnya ada di Kota Probolinggo, maka seharusnya tenaga kerjanya juga dari Kota Probolinggo. Kalau justru diambil dari luar, ini jelas perlu koreksi,” tegasnya.
Louis menilai, program ini semestinya menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari tenaga kerja hingga bahan baku makanan yang digunakan. Ia menegaskan, perekrutan dari luar daerah menjadi temuan yang akan segera dilaporkan kepada pihak penyelenggara untuk dievaluasi.
“Program pemerintah itu tujuannya memberdayakan masyarakat sekitar. Kalau tidak sesuai dan tidak ada evaluasi, menurut saya lebih baik dapur itu ditutup saja,” katanya.
Ia berharap persoalan ini segera mendapat perhatian agar pelaksanaan program benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga Kota Probolinggo. (Usw)






