PROBOLINGGO, suarabayuangga.com – Jagat media sosial di Kota Probolinggo diguncang video kekerasan terhadap anak yang memperlihatkan aksi tak berperikemanusiaan seorang guru ngaji. Dalam rekaman singkat berdurasi 15 detik itu, pelaku tampak tanpa ragu menganiaya hingga membanting muridnya sendiri yang masih di bawah umur.
Aksi tersebut memicu gelombang kemarahan publik. Banyak pihak menilai tindakan pelaku sudah melampaui batas, terlebih dilakukan oleh sosok yang seharusnya menjadi panutan dan pendidik.
Peristiwa ini dipastikan bukan sekadar kabar viral. Laporan resmi telah masuk ke Polres Probolinggo Kota pada Kamis, 19 Maret 2026, yang diajukan oleh warga berinisial S.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data kepolisian, insiden kekerasan itu terjadi pada Senin malam, 9 Maret 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, di sebuah musala di kawasan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan. Korban diketahui berinisial M.F.R., sementara terduga pelaku juga berinisial S, yang tak lain merupakan guru ngajinya.
Yang membuat publik semakin geram, pemicu kekerasan tersebut tergolong sepele. Korban disebut tidak sengaja menggores mobil milik pelaku saat bersepeda. Namun alih-alih diselesaikan secara bijak, pelaku justru meluapkan emosi secara brutal.
Kasatres PPA dan PPO Polres Probolinggo Kota, AKP Rini Ifo Nila, membenarkan identitas pelaku dan hubungan dengan korban.
“Benar, yang bersangkutan adalah guru ngaji korban. Kejadian bermula karena korban tidak sengaja menggores mobil saat bersepeda,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Saat ini, aparat kepolisian tengah mengintensifkan penyelidikan. Pemeriksaan terhadap korban, pelapor, dan sejumlah saksi telah dilakukan, disertai pengumpulan alat bukti untuk memperkuat proses hukum.
“Berikutnya kami akan melakukan pemeriksaan terhadap terlapor,” tegas Rini.
Sebagai bagian dari penyidikan, korban juga telah menjalani visum di RSUD dr. Saleh Kota Probolinggo. Kasus ini kini menjadi sorotan luas dan menunggu langkah tegas aparat penegak hukum. (*)






